Patah tulang dikenal
dalam dunia medis dengan istilah fraktur. Secara umum, ada dua
jenis fraktur, yaitu fraktur terbuka (majemuk) dan fraktur
tertutup (simplek). Pada fraktur tertutup tidak terdapat pecah/sobek pada
kulit, sedangkan fraktur terbuka keadaannya lebih serius. Bukan saja kulit yang
pecah, tetapi ujung tulang yang patah mungkin akan menonjol keluar dari kulit.
Jenis fraktur terbuka jauh lebih serius karena berisiko besar terjadi infeksi.
Fraktur harus mendapatkan perawatan yang
benar. Karena jika tidak, fraktur tertutup pun akan menjadi fraktur terbuka
akibat penanganan yang kasar atau menyalahi prosedur. Salah penanganan fraktur
pada bagian-bagian tertentu dari tubuh bisa juga menyebabkan kerusakan pada
paru-paru, kandung kemih dan organ-organ lainnya di dalam tubuh. Di bawah ini
ada 6 langkah sederhana untuk merawat/menangani fraktur.
Penanganan Fraktur (Patah Tulang)
- Jika memungkinkan, segera panggil dokter.
- Cegah kerusakan lebih lanjut dengan memakaikan bidai
pada bagian tubuh yang tulangnya patah sebelum berusaha memindahkan si
korban.
- Si korban harus tetap dalam keadaan hangat dan
nyaman demi menghindarkan shock.
- Jika terjadi pendarahan seperti pada fraktur
terbuka, tekanlah dengan keras pembuluh-pembuluh darah yang sedang
mengeluarkan darah, dengan memakaikan pembalut (kain) atau kain kasa yang
bersih. Ada baiknya menerapkan langkah tourniquet. Gunting atau
lepaskanlah pakaian si korban yang menutupi/mengganggu pandangan si
penolong pada bagian tubuh yang patah.
- Jika si
penolong melihat adanya tulang yang menonjol keluar dari kulit, tutupilah
dengan kain kasa (boleh kain lainnya) yang bersih dan pakaikan sebuah
bidai. Anggota badan sebaiknya tetap pada posisi sewaktu fraktur terjadi.
Untuk perawatan selanjutnya, serahkan saja kepada dokter atau rumah
sakit.
- Jika
merasa ragu apakah ada fraktur atau tidak, sebaiknya ambil aman saja,
pakaikanlah sebuah bidai seperti halnya pada kejadian fraktur. Fungsi
pemakaian bidai ini adalah untuk menahan patahan tulang supaya persendian
yang didekatnya tidak dapat bergerak. Menggerakkan anggota tubuh yang
patah bisa menyebabkan kerusakan yang lebih serius.
Cara Pemasangan Bidai
Jika tidak didapati kayu atau bahan keras lainnya yang pas untuk dijadikan
bidai. Pakaikan apa saja yang mudah didapat seperti kain tebal yang keras
(dilipat), bantal, selimut (dilipat), majalah atau juga koran yang dilipat.
Cabang-cabang pohon, payung, tongkat, logam, gagang sapu, atau apa saja yang
memungkinkan bisa dijadikan bidai. Yang terpenting, pastikan bidai tersebut
kuat menahan bagian tubuh yang patah dari pergerakan.
Jika yang patah adalah bagian punggung, cari papan yang lebar
agar si penolong dapat membawanya ke rumah sakit dengan selamat. Taruh papan itu disamping
si korban dan gulingkan perlahan-lahan ke atas papan. Berhati-hatilah dalam
memindahkannya dan jangan sampai membengkokkan punggungnya. Sesudah itu, si
korban bisa segera di bawa ke rumah sakit.
Membuat Usungan / Tandu
Untuk mengangkat si korban fraktur saat keadaan darurat sangat memerlukan
kecakapan dan pertimbangan yang benar. Banyak korban fraktur keadaannya bertambah
parah akibat penolong yang sembrono. Tujuan si penolong
tentu saja baik, namun karena ketidaktahuan dan sifat yang tergesa-gesa karena
ingin segera membawa si korban ke rumah sakit, mengakibatkan keadaan fraktur si
korban semakin parah karena salah posisi dalam membawanya.
Untuk itu, ada baiknya untuk mengetahui
penanganan yang baik untuk membawa korban fraktur seperti di bawah ini :
- Baringkanlah si korban dalam keadan terlentang atau
miring. Jika tidak ditemui usungan, pakai saja papan yang lebar yang cukup
pas untuk seluruh tubuhnya, jika tidak ditemui, lepas daun pintu rumah dan
jadikan sebagai usungan.
- Letakkan usungan di samping si korban, lalu
gulingkan si korban perlahan-lahan ke atasnya. Posisi yang lebih baik
adalah muka si korban menghadap ke atas (jangan tertelungkup).
- Ikat si
korban dengan usungan dengan cara melingkarinya dengan tali, kain sprei
atau bahan lainnya. Ikat dengan erat, pastikan posisinya tidak bergerak
ketika usungan tersebut dalam keadaan miring atau terhentak.
- Angkat usungan perlahan-lahan dan bawa si korban ke
rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan.
Itulah langkah
sederhana untuk pertolongan pertama pada keadaan fraktur. Ingat,
untuk semua keadaan darurat, pastikan diri Anda dan si korban tetap tenang,
karena kepanikan hanya akan memperburuk keadaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar