BAB I
GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL
A. SEJARAH LAHIRNYA GERAKAN
Pada 24 Juni 1859 terjadi pertempuran antara Prancis
dan Austria yang berlangsung di dataran rendah Italia bernama Solverino.
Pertempuran tersebut melibatkan 320.000 prajurit, dan 36.000 di antaranya
menderita luka-luka bahkan kehilangan nyawa.
Pada hari yang sama, seorang pemuda Swiss, Jean Henry
Dunant, berada di Solverino dalam rangka menjumpai Kaisar Prancis, Napoleon
III. Saat perjalanan menuju kediaman Kaisar, Henry Dunant dan rombongannya
terhalang oleh pertempuran tersebut. Banyak prajurit terluka bergelimpangan,
tak ada satu pun aksi pertolongan. Tergerak oleh pemandangan perang yang
mengerikan, korban berjatuhan di mana-mana, maka dengan segera Henry Dunant
beserta penduduk setempat membentuk rumah sakit lapang sederhana, mengumpulkan
kain tinen pembalut luka, dan menyediakan obat-obatan. Ia pun membatalkan
kunjungannya ke kediaman Kaisar, seusai perang ia segera kembali ke Swiss.
Di Swiss, ia pun menuliskan pengalamannya dalam buku
berjudul “Un Souvenir de Solverino” ( Memory of Solverino / Kenangan
Solverino ). Buku yang menggambarkan betapa kejamnya peperangan dan pengalaman
membantu korban tersebut menggemparkan Eropa. Secara garis besar, buku tersebut
mengandung dua gagasan penting, yakni:
1.
Membentuk organisasi kemanusiaan Internasional yang disiapkan
untuk menolong para prajurit, penduduk sipil, korban di medan perang.
2.
Mengadakan perjanjian Internasional untuk membentuk hukum
melindungi prajurit yang terluka serta relawan organisasi yang tengah
memberikan pertolongan di medan perang.
Pada 1863 Henry Dunant beserta empat warga Genewa merealisasikan gagasan
tersebut. Mereka terkenal sebagai Komite Lima yang bertugas sebagai
wadah relawan pemberi pertolongan pada peperangan. Kelima anggota tersebut
adalah:
1. Jean Henry Dunant
2. Jendral Guallaume Henry Dufour
3. Dr. Theodore Mounier
4. Dr. Gustave Moynier
5. Dr. Louis Appia
Komite tersebut meluas dan berkembang hingga saat ini
terkenal sebagai ICRC ( International Committee of the Red Cross ). Dan
ditetapkan pula tanggal 8 Mei 1863 sebagai Hari Palang Merah
Internasional ( 8 Mei adalah tanggal lahir Henry Dunant ).
Beberapa
Negara pun turut serta membentuk organisasi Palang Merah di bawah naungan ICRC.
Namun tidak hanya lambang Palang Merah yang dipakai.
Kerajaan Ottoman ( Turki ) mengusulkan bagi Negara-negara Islam memakai tanda
Bulan Sabit Merah. Sementara Negara-negara lain yang enggan memakai lambing
Bulan Sabit Merah atau Palang Merah diperbolehkan memakai lambang Kristal
Merah. Hal ini dikarenakan dahulu, banyak Negara yang memakai lambang
berbeda-beda, misal Persia ( Iran ) memakai Singa Merah. Jepang mamakai
Matahari Merah. Namun saat ini hanya 3 lambang yang disetujui Internasional,
yakni Palang Merah, Bulan Sabit Merah dan Kristal Merah.
Untuk
mengglobalkan organisasi pertolongan ini, Palang Merah, Bulan Sabit Merah dan
Kristal Merah berada satu kesatuan di bawah naungan lembaga IFRC (
Internasional Federation of the Red Cross ). IFRC diprakarsai oleh Henry
Davidson ( warga USA ) pada Konferensi Kesehatan Internasional Cannes,
Prancis, 5 Mei 1919.
B. LAMBANG PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH
Lambang
dipakai sebagai identitas atau tanda pengenal bagi orang-orang disuatu
kelompok, daerah, negara atau apapun. Lambang adalah suatu ciri khas, termasuk
Lambang Palang Merah. Sebelum Lambang Gerakan diadopsi, setiap pelayanan medis
kemiliteran - setidaknya di Eropa, memiliki tanda pengenal tersendiri. Austria misalnya, menggunakan bendera putih, Perancis
bendera merah, atau Spanyol bendera kuning. Banyaknya tanda yang
digunakan,menimbulkan akibat yang tragis. Walaupun tentara tahu apa tanda
pengenal dari personel medisnya, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda
pengenal medis lawan mereka dan karena tanda-tanda pengenal yang dipakai itu
bukanlah lambang yang universal serta tidak dipandang sebagai suatu hal yang
netral.
1. Lambang Palang Merah
Tahun 1863, konferensi internasional diselenggarakan di
Jenewa danmengadopsi Lambang Palang Merah di atas dasar putih sebagai tanda
pengenal Perhimpunan Nasional Palang Merah yang merupakan kebalikan dari
bendera nasional Swiss. Tahun 1864, Konvensi Jenewa yang pertama menyatakan
bahwa lambang Palang Merah diatas dasar putih secara resmi diakui sebagai tanda
pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada Konvensi Jenewa tahun 1906,
waktu peninjauan kembali terhadap Konverensi Jenewa Tahun 1864, barulah
ditetapkan lambang PalangMerah tersebut sebagai penghormatan terhadapNegara Swiss.
2. Lambang Bulan Sabit Merah
Tahun 1876 saat Balkan dilandaperang, sejumlah pekerja
sosial yangtertangkap oleh Ottoman dibunuhsemata-mata karena mereka memakaiban
lengan dengan gambar palang merah.Ketika pemerintah Turki diminta penjelasan
mengenai hal ini,mereka menekankan kepekaan tentara muslim terhadap
bentukpalang/salib dan mengajukan agar perhimpunan nasional sertapelayanan
medis militer mereka, diperbolehkan untukmenggunakan lambang yang berbeda yaitu
Bulan Sabit Merah.Gagasan ini perlahan-pelahan mulai diterima, memperolehsemacam
pengesahan dalam bentuk 'reservasi' dan diadopsisebagai lambang yang sederajat
dengan lambang palang merahdalam konvensi tahun 1929. Lambang Bulan Sabit Merah
di atasdasar putih yang saat itu dipilih oleh Persia (sekarang Iran) diakuisebagai
lambang pembeda dengan fungsi dan tujuan yang samadengan lambang palang merah,
dan singa dan matahari merahsebagaimana tercantum pada Konvensi-konvensi Jenewa
1949dan protokol tambahan I dan II 1977
3. Lambang Kristal Merah
Tahun 2005 Kristal Merah diatas dasar putih
diadopsimenjadi lambang alternatif apabila di suatu negara terjadikonflik
bersenjata/perang atau bencana, maka negara yangmenggunakan Lambang Palang
Merah atau Bulan SabitMerah, CRC dan IFRC dapat menggunakannya secara
khususuntuk kegiatan kepalangmerahan yang dilaksanakan didaerah tersebut.
Lambang memiliki dua fungsi yaitu sebagai Tanda Pengenal
dan Tanda Perlindungan.
Sebagai Tanda Pengenal,
Lambang digunakan pada masa damai atau pada saat tidak
terjadi konflik, perang atau pada saat tidak terjadi bencana.
·
Gunanya adalah sebagai tanda pengenal:
·
Identitas; bahwa seseorang adalah
anggota Gerakan, staff, personel Perhimpunan Nasional,ICRC dan IFRC.
·
Hak milik; bahwa sesuatu seperti
fasilitas, sarana,peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan
adalah milik Gerakan (ICRC, Perhimpunan Nasional, IFRC). Dengan seizin
Perhimpunan Nasional, tanda pengenal lambang dapat digunakan oleh pihak lain
untuk tujuan mendukung kegiatan kepalangmerahan.
Sebagai Tanda Perlindungan,
Lambang digunakan ketika konflik, perang atau saat
bencana terjadi. Fungsinya, untuk memberitahukan bahwa seseorang adalah anggota
Gerakan dan menandai personel medis militer, sehingga harus dilindungi. Tanda
perlindungan juga digunakan untuk menandai fasilitas medis militer (bangunan,
peralatan, kendaraan termasuk kapal dan rumah sakit). Untuk tujuan ini, dalam
pembuatan Lambang, tidak boleh ada sesuatu pun yang ditambahkan padanya, baik
terhadap Palang Merah, Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah atau pada dasar
putihnya. Lambang tersebut harus berukuran besar dan mudah terlihat.
Penyalahgunaan Lambang:
Lambang yang tidak digunakan secara benar, disebut dengan
penyalahgunaan lambang. Ada beberapa macam penyalahgunaan yaitu:
1. Peniruan
Penggunaan tanda-tanda yang mirip dengan Lambang Palang
Merah, namun sebenarnya bukanlah Lambang Gerakan Palang Merah. Tentu saja hal
itu dapat disalah mengerti sebagai Lambang untuk Gerakan Palang Merah atau
Bulan Sabit Merah.
2. Penggunaan yang Tidak tepat
Yaitu Penggunaan Lambang Palang Merah atau Bulan Sabit
Merah oleh kelompok atau perorangan terutama untuk tujuan komersial. Penggunaan
oleh sesorang atau kelompok yang berhak namun tidak sesuai dengan Prinsip Dasar
Gerakan.
3. Pelanggaran Berat
Penggunaan lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah
dalam masa perang untuk melindungi personel militer atau perlengkapan militer
dianggap sebagai kejahatan perang.
Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional
- Kemanusiaan
Gerakan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan
kepada korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan
untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama manusia yang terjadi
dimanapun.
- Kesamaan
Gerakan
memberikan bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka
berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial atau pandangan politik.
- Kenetralan
Gerakan tidak
memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, ras, agama, atau
ideologi
- Kemandirian
Gerakan bersifat
mandiri. Setiap Perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi
pemerintah di bidang kemanusiaan dan harus mentaati peraturan hukum yang
berlaku dinegara masing-masing, namun Gerakan bersifat otonom dan harus menjaga
tindakannya agar sejalan dengan Prinsip dasar Gerakan.
- Kesukarelaan
Gerakan
memberikan bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari
keuntungan apapun
- Kesatuan
Didalam satu
negara hanya boleh ada satu Perhimpunan Nasional dan hanya boleh memilih salah
atu lambang yang digunakan : Palang Merah, Bulan Sabit Merah atau Kristal
Merah. Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh
wilayah negara yang bersangkutan.
- Kesemestaan
Gerakan
bersifat semesta. Artinya, Gerakan hadir diseluruh dunia. Setiap Perhimpunan
Nasional mempunyai status yang sederajat, serta memiliki hak dan tanggung jawab
yang sama dalam membantu satu sama lain.
C. SEJARAH PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
Peperangan, menimbulkan korban manusia. Pada masa penjajahan Belanda di
Indonesia, banyaknya korban yang berjatuhan memunculkan usulan untuk mendirikan
Perhimpunan Palang Merah Indonesia.
Usulan tersebut diajukan oleh Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan
kepada pemerintah Belanda pada tahun 1932 . Pada masa penjajahan Belanda,
kegiatan kepalangmerahan dijalankan oleh Palang Merah Belanda cabang Hindia
atau NERKAI (Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie) yang terbentuk tanggal 21
Oktober 1873. Usulan mendirikan palang merah bagi Indonesia oleh dr. RCL Senduk
dan dr. Bahder Djohan mendapat
sambutan. Saat sidang konferensi NERKAI
yang berlangsung tahun 1940 usulan mereka dibahas. Namun sayang usulan itu
ditolak oleh pemerintah Belanda karena menganggap rakyat Indonesia belum mampu
mengatur organisasi palang merahnya sendiri. Membentuk perhimpunan Palang Merah
memerlukan keahlian dan banyak persiapan yang tidak mudah. Meskipun ditolak,
cita-cita dr. RCL Senduk dan dr. Bahder Djohan tidak surut. Mereka terus
mengadakan sosialisasi dan konsolidasi ke berbagai pihak.
Akhirnya... Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 3 September 1945
Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan saat itu, Dr Buntaran
Martoatmodjo untuk membentuk Perhimpunan Nasional Palang Merah.
Atas perintah Presiden, pada tanggal 5 September 1945 dibentuklah
susunan kepanitiaan beranggotakan 5 orang. Selanjutnya disebut dengan Panitia
Lima. Mereka mempunyai tugas menyusun rencana pembentukan Palang Merah Nasional
yaitu Palang Merah Indonesia.
Ketua : Dr. R. Mochtar
Penulis : Dr. Bahder
Johan
Anggota : Dr. Djoehana
Dr. Marzuki
Dr. Sitanala
Satu bulan setelah Indonesia merdeka, tepatnya tanggal 17 September
1945, lahirlah PMI atau Palang Merah Indonesia dengan ketua umum Drs. Moch
Hatta yang sekaligus merupakan Wakil Presiden RI pertama.
D. PALANG MERAH REMAJA (PMR)
Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh
terjadinya Perang Dunia I (1914 – 1918) pada waktu itu Australia sedang
mengalami peperangan. Karena Palang Merah Australia kekurangan tenaga
untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut
membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan
seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran
bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah
Remaja.
Pada tahun 1919 didalam siding Liga Perhimpunan Palang
Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu
bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha
tersebut diikuti oleh Negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145
Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki
Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan
Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin
oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1
Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.
Sebelumnya pada awal pendirian bernama Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian
menjadi Palang Merah Remaja (PMR).
Keanggotaan PMR
Palang Merah Remaja adalah
wadah pembinaan dan pengembangan relawan remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR.
Kebijakan PMI dan Federasi tentang
Remaja bahwa :
·
Remaja
merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan
kepalangmerahan
·
Remaja berperan penting dalam
pengembangan kegiatan kepalangmerahan
·
Remaja
berperan penting dalam : perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses
pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI
·
Remaja
adalah kader relawan
·
Remaja calon pemimpin Palang Merah masa
depan
Dasar Hukum
- Keppres No. 25 Tahun 1950
tentang PMI merupakan satu-satunya organisasi kepalangmerahan di Indonesia
- Keppres No. 246 Tahun 1963
tentang Perhimpunan Palang Merah Indonesia
- AD/ART PMI
- Pokok-pokok
Kebijakan dan Rencana Strategis PMI 2009 – 2014
- Perjanjian
kerjasama PMI dengan Depdiknas RI tanggal 24 Mei 1995 No. 118/U/95 dan No.
0090-KEP/PP/V/95 tentang Pembinaan dan Pengembangan Kepalangmerahan di
Sekolah
- Perjanjian
kerjasama PMI dengan Depag RI tanggal 26 September 1995 No. 459 Tahun 1995
dan No. 0185-KEP/PP/IX/95 tentang Pembinaan dan Pengembangan
Kepalangmerahan di Madrasah
Syarat Menjadi Anggota PMR
1.
Warga
Negara Indonesia atau Warga Negara Asing yang sedang berdomisili di wilayah
Indonesia.
2.
Berusia
10 tahun sampai dengan 17 tahun dan atau belum menikah atau seusia siswa SD/MI
s/d SMA/SMK/MA atau yang sederajat
3.
Mendapatkan
persetujuan orang tua/wali
4.
Bersedia
mengikuti orientasi, pelatihan, dan pelaksanaan kegiatan kepalangmerahan
5.
Mengisi
formulir pendaftaran dan mengembalikannya kepada Pembina PMR dokelompok PMR
masing-masing, untuk selanjutnya disampaikan kepada Pengurus Cabang Palang
Merah Indonesia setempat.
Anggota PMR terdiri atas :
|
PMR Mula |
: 10 - 12 tahun/ setingkat
SD/MI/sederajat |
|
PMR Madya |
: 12 - 15 tahun/setingkat SMP/MTS/sederajat |
|
PMR Wira |
: 15 - 17 tahun/setingkat SMA/SMK/MA/sederajat |
Hak dan Kewajiban Anggota PMR
Hak Anggota PMR
|
1) |
Mendapatkan pembinaan dan pengembangan oleh PMI |
|
2) |
Menyampaikan pendapat dalam forum/ pertemuan resmi PMI |
|
3) |
Berpartisipasi aktif dalam
kegiatan PMR |
|
4) |
Mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) |
Kewajiban Anggota PMR
|
1. |
Menjalankan dan membantu menyebarluaskan
prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan kegiatan PMI |
|
2. |
Mematuhi AD/ART |
|
3. |
Melaksanakan Janji PMR |
|
4. |
Menjaga nama baik PMI |
|
5. |
Membayar uang iuran keanggotaan |
Perpindahan Anggota PMR
Berhubung karena sesuatu hal, seorang anggota PMR pindah ketempat lain.
Bagi mereka yang pindah maka diharapkan:
1. Membawa surat rekomendasi dari Pengurus PMI Kota/Kab. tempat
semula mereka bergabung
2. Melaporkan/mendaftarkan kembali melalui kelompok PMR ditempat
tinggalnya yang baru
Berakhirnya Keanggotaan
1.
Keanggotaan
PMR dinyatakan berakhirnya juka yang bersangkutan :
- Berakhir masa keanggotaan
- Mohon berhenti
- Diberhentikan
- Meningggal dunia
2.
Anggota
PMR dapat diberhentikan oleh Pengurus PMI Kota/Kab, apabila yang bersangkutan
mencemarkan nama baik PMI dan atau dijatuhi hukuman pidana yang telah
berkekuatan hukum tetap.
3.
Mekanisme
penghentian anggota PMR ditetapkan oleh kelompok PMR yang bersangkutan, yang
dikoordinasikan dengan PMI Kota/Kab.
Janji PMR
Kami Palang Merah Remaja Indonesia
berjanji, dengan disertai penuh rasa tanggung jawab dan dengan sepenuh hati :
- Bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Berbakti kepada masyarakat
- Mempertinggi keterampilan,
memelihara kebersihan serta memelihara kesehatan
- Mempererat persahabatan
Nasional dan Internasional
- Menjunjung tinggi dan
memelihara nama baik PMR dan PMI dengan memegang teguh Prinsip-prinsip
Palang Merah.
BAB II
PERTOLONGAN PERTAMA
A. DASAR – DASAR PERTOLONGAN PERTAMA
Pertolongan Pertama yaitu pemberian pertolongan
segera kepada penderita sakit atau cedera/kecelakaan yang memerlukan penanganan
medis dasar.
Medis Dasar yaitu Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang
dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Batasannya
adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama.
Pelaku Perlongan Pertama yaitu Penolong yang pertama kali tiba di tempat
kejadian, yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.
Tujuan Pertolongan Pertama yaitu :
1. Menyelamatkan jiwa penderita
2. Mencegah cacat
3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan
DASAR HUKUM
a. Memberikan Pertolongan :
Pasal 531 K U H P
Barang Siapa Menyaksikan Sendiri ada orang dalam keadaan bahaya maut,
lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sipenderita sedang
pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan
menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum
kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyakbanyaknya Rp 4.500,- Jika
orang yang perlu ditolong itu mati diancam dengan sangsi KUHP 45, 165, 187, 304
s, 478, 525, 566.
b. Kerahasiaan :
Pasal 322 K U H P
1.
Barang siapa
dengan sengaja membuka suatu rahasia yang wajib menyimpannya oleh karena
jabatan aau pekerjaannya baik yang sekarang maupun yang dahulu dipidana dengan
pidana penjara selamalamanya 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 9.000,-
2. Jika kejahatan itu dilakukan yang tertentu, maka perbuatan itu hanya
dapat dituntut atas pengaduan orang lain.
Ada dua bentuk persetujuan atau ijin bagi penolong untuk melakukan
tindakan:
a. Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat
Adalah persetujuan yang umum diberikan dalam keadaan penderita sadar
atau normal.
b. Persetujuan yang dinyatakan
Adalah persetujuan yang dinyatakan secara lisan atau secara tertulis
oleh penderita itu sendiri.
Seorang Penolong Pertama mempunyai
KEWAJIBAN sebagai berikut:
a.
Menjaga keselamatan diri, anggota tim,
penderita dan orang di sekitarnya
b. Menjangkau
penderita
c.
Mengenali dan mengatasi masalah yang
mengancam nyawa
d. Meminta bantuan
/ rujukan
e.
Memberikan pertolongan dengan cepat dan
tepat sesuai keadaan penderita
f.
Membantu penolong yang lain
g. Menjaga
kerahasiaan medis penderita
h. Melakukan
komunikasi dengan petugas lain yang terlibat
i.
Mempersiapkan penderita untuk
ditransportasi / dirujuk ke fasilitas kesehatan
Kualifikasi
Penolong Pertama :
a.
Jujur dan bertanggungjawab
b. Profesional
c.
Mempunyai kematangan emosi
d. Mampu
bersosialisasi
e.
Kemampuan nyata terukur sesuai
sertifikasi
f.
Mempunyai kondisi fisik baik
g. Mempunyai rasa
bangga
APD adalah alat
yang digunakan agar tidak tertular penyakit. Alat perlindungan diri tidak perlu
mahal.
Contohnya :
- Sarung tangan
lateks
- Masker
penolong
- Kacamata pelindung
Selain APD,
dalam melakukan PP juga memerlukan beberapa peralatan. Misalnya :
- Kasa Steril -
Pembalut gulung / perban
- Pembalut
perekat / plester -
Gunting pembalut
- Bidai -
Senter
- Selimut -
Alkohol 70%
- Pinset -
Kapas
B. ANATOMI
Anatomi adalah ilmu urai tubuh. Yaitu ilmu yang mempelajari susunan dan
bentuk tubuh. Sedangkan ilmu faal yaitu ilmu yang mempelajari fungsi bagian
dari alat atau jaringan tubuh disebut
Fisiologi.
Adalah posisi
dimana tubuh kita berdiri tegak, kedua lengan di samping tubuh, telapak tangan
menghadap ke depan.
Berdasarkan
posisi anatomis ini dikenal ada tiga bidang khayal yang membagi tubuh menjadi
dua bagian, yaitu:
1. Bidang
Medial
Bidang khayal
yang membagi tubuh menjadi dua, yaitu kiri dan kanan
2. Bidang
Frontal
Bidang khayal
yang membagi tubuh menjadi depan (anterior) dan belakang (posterior)
3. Bidang
Transversal
Bidang khayal
yang membagi tubuh menjadi dua, yaitu atas (superior) dan bawah (inferior).
BAGIAN-BAGIAN
TUBUH MANUSIA
Tubuh manusia
dilindungi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka. Umumnya tubuh manusia dibagi
menjadi 5 bagian, yaitu :
1. Kepala
Terdiri dari :
Tengkorak,
wajah dan rahang bawah
2. Leher
3. Batang Tubuh
Terdiri dari :
Dada, perut,
punggung dan panggul
4. Anggota
Gerak Atas
Terdiri dari :
Sendi bahu,
Lengan atas, Siku, Lengan bawah, Pergelangan tangan dan Tangan
5. Anggota
Gerak Bawah
Terdiri dari :
Sendi panggul,
Tungkai atas (paha), Lutut, Tungkai bawah, Pergelangan kaki dan Kaki
TENTANG RONGGA
Selain
pembagian tubuh, ternyata tubuh kita terdapat 5 (lima) buah rongga, yaitu :
1. Rongga
Tengkorak
Rongga ini
berisi otak dan melindunginya.
2. Rongga
Tulang Belakang
Berisi bumbung
syaraf atau “spinal cord” terbentuk
dari rongga-rongga tulang belakang menyatu membentuk suatu kolom.
3. Rongga Dada
Sering juga
disebut rongga toraks. Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk, berisi jantung,
paru-paru, pembuluh darah besar, kerongkongan dan saluran pernapasan.
4. Rongga Perut
Rongga ini
terletak diantara rongga dada dan rongga panggul. Dalam dunia medis dikenal
dengan istilah abdomen. Di dalam rongga ini terdapat berbagai organ pencernaan
dan kelenjar seperti lambung, usus, limpa, hati, empedu, pancreas dan lainnya.
5. Rongga
Panggul
Rongga ini
dibentuk oleh tulang – tulang panggul, berisi kandung kemih, sebagian usus
besar dan organ reproduksi dalam..
SISTEM TUBUH
Sistem tubuh
adalah susunan dari organ-organ yang mempunyai fungsi tertentu. Ada beberapa
sistem pada tubuh manusia :
1. Sistem
Rangka (Kerangka/Skeleton)
Fungsi rangka:
- Menopang
bagian tubuh
- Melindungi organ tubuh
- Tempat melekat
otot dan pergerakan tubuh -
Memberi bentuk tubuh
2. Sistem Otot
(Muskularis)
Merupakan suatu
organ atau alat yang berfungsi menggerakkan tubuh
3. Sistem
Pernapasan (Respirasi)
Ada dua sistem
pernapasan:
a. Pernapasan Dalam
Adalah
pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida yang terjadi dalam Jaringan.
b. Pernapasan Luar
Adalah
pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida didalam paru-paru.
4. Sistem
Peredaran Darah
Peredaran darah
terdiri :
- Peredaran
darah kecil :
Jantung
Paru-paru (terjadi pengambilan oksigen dan pembuangan gas karbon dioksida)
Jantung.
- Peredaran
darah besar :
Jantung
pembuluh nadi semua bagian tubuh (terjadi pemberian oksigen serta pengambilan
zat sampah di kapiler) Pembuluh balik Jantung.
5. Sistem Saraf
(Nervus)
Organ yang
berfungsi untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan bagian tubuh.
6. Sistem
Pencernaan (Digestif)
Saluran yang
menerima makanan dari luar untuk diserap oleh tubuh dengan jalan dicerna (
proses telan, kunyah dan mencampur ) dengan bantuan enzim dan zat cair mulai
mulut sampai anus.
7. Sistem
Kelenjar Buntu (Endokrin)
Kelenjar yang
mengirimkan hasil sekresinya ( produknya ) kedalam darah dalam jaringan
kelenjar tampa melalui saluran dan hasil sekresi ini disebut hormon.
8. Sistem Kemih
(Urinaria)
Proses penyaringan
darah untuk menyerap zat yang digunakan tubuh yang membebaskan dari zat yang
tidak digunakan.
9. Kulit
Adalah lapisan
jaringan pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh dan yang
berhubungan dengan selaput lendir yang melapisi rongga-rongga, lubang masuk.
10. Panca
Indera
Pancaindera
adalah organ untuk menerima jenis rangsangan atau stimulus tertentu. Terdiri
dari :
- Indera
Penglihatan (Mata) -
Indera Pendengaran (Telinga)
- Indera
Penciuman (Hidung) -
Indera Pengecap (Lidah)
- Indera
Perasa/Peraba (Kulit)
11. Sistem
Reproduksi
Terdiri dari
Sistem reproduksi Pria dan Sistem reproduksi Wanita
C. PENILAIAN
KORBAN
Tindakan
penilaian korban terdiri dari :
1. Penilaian
keadaan
Pada saat
sampai di lokasi kejadian, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menilai
keadaan sekitar. Apakah aman atau tidak bagi dirinya. Jika ragu lebih baik
minta bantuan kepada orang dewasa.h Dahulu,
2. Penilaian
dini
Langkah ini
digunakan untuk menentukan korban karena penyakit atau
cedera. Pada
penyakit sebaiknya minta bantuan orang lain.
Setelah itu
langkah yang kita lakukan adalah sebagai berikut.
a. Memeriksa
Respon
Ada empat tingkatan respon korban, yaitu :
1. Awas
2. Suara
3. Nyeri
4. Tidak Respon
selalu ingat ASNT
b. Memastikan
jalan napas terbuka dengan baik
Jika korban tidak respon, gunakanlah teknik angkat dagu
dan tekan dahi.
c. Untuk
menilai pernapasan
Setelah jalan napas berjalan dengan baik makapenolong
harus menilai pernapasan korban dengan cara :
·
Lihat
·
Dengar
·
Rasakan
d. Menilai
denyut nadi
Sebelum melakukannya, kita lihat dulu kondisi korban
apakah sadar atau tidak. Jika sadar, cara yang digunakan adalah dengan meraba
nadi pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak sadar, nadi
yang diperiksa adalah di bagian leher (Carotis)
e. Hubungi
Bantuan
Usahakan untuk segera minta bantuan rujukan. Kita bisa
meminta bantuan kepada orang lain atau melakukannya sendiri. Misalnya dengan
telepon.
3. Pemeriksaan
Fisik
Tindakan ini
melibatkan penglihatan, perabaan dan pendengaran. Tanda apa saja yang perlu
kita temukan saat melakukan pemeriksaan fisik???
1. Apakah ada Perubahan bentuk pada bagian tubuh
si korban?
2. Apakah ada Luka terbuka (terlihat jelas) pada
tubuh korban?
3. Apakah korban merasakan Nyeri saat bagian
tubuhnya kita raba atau tekan?
4. Apakah ada Bengkak pada tubuh korban?
Agar lebih mudah mengingatnya, kita menyebut tanda-tanda tersebut
dengan isilah PLNB.
Untuk
pemeriksaan lebih lanjut kondisi korban, perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih
lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki.
1. Kepala
· Telinga
· Hidung
· Mata
· Mulut
2. Leher
3. Dada
4. Perut
5. Punggung
6. Panggul
7.Anggota gerak atas dan bawah
pada
pemeriksaan anggota gerak selain PLNB juga lakukan pemeriksaan gerakan, sensasi dan sirkulasi.
4. Pemeriksaan
Denyut Nadi
Setiap kali
jantung berdenyut maka pembuluh nadi akan melebar dan berkonstraksi saat darah
melaluinya . Nadi adalah gelombang tekanan yang dihasilkan oleh denyut jantung
Denyut nadi
dapat diperiksa di bagian :
·
Leher (Pembuluh nadi leher/ Arteri
karotis )
·
Lengan atas (Pembuluh nadi lengan
atas/Arteri brakialis)
·
Pergelangan tangan (Pembuluh nadi
pergelangan tangan/A. radialis)
·
Lipat paha (Pembuluh nadi lipat paha/
A.femoralis)
Cara memeriksa
nadi:
·
Pasien berbaring atau duduk dengan
tenang
·
Raba nadi yang akan diperiksa dengan
telunjuk dan jari tengah
·
Tekan sedikit sampai nadi teraba , lalu
mulai menghitung sambil melihat penunjuk detik pada jam .
·
Bila denyut nadi teratur, nadi
diperiksa selama 15 detik dan hasilnya dikalikan 4 untuk mendapatkan denyut
nadi permenit.Bila denyut nadi tidak teratur, harus diukur selama 60 detik
·
Laporkan juga teratur atau tidak, kuat
atau lemah denyut nadi penderita
Denyut Nadi
Bayi : 120 – 150 X/menit
Anak : 80 – 150 X/menit
Dewasa : 60 – 90 X/menit
5. Pemeriksaan
Pernafasan
Pada penderita
sadar jangan sampai penderita mengetahui bahwa frekwensi pernapasannya sedang
dihitung. Genggam tangan penderita lalu letakkan diatas diatas dada atau perut
penderita, lalu amati gerakkan naik turunnya.
Satu pernapasan
adalah satu kali menghirup napas dan satu kali mengeluarkan napas (satu kali
gerakan naik dan turun). Pernapasan dihitung selama 30 detik, lalu dikalikan 2
untuk mendapatakan frekuesi pernapasan permenit.
Frekwensi
Pernapasan
Bayi : 25 – 50 X/menit
Anak : 15 – 30 X/menit
Dewasa : 12 – 20 X/menit
6. Pemeriksaan
Suhu
Pada
pemeriksaan suhu tubuh cukup diperoleh data suhu relatif. Apakah
ada peningkatan
atau penurunan suhu yang dilakukan dengan perabaan
dengan
menggunakan punggung tangan pada dahi atau leher.
Kelembaban kulit
juga harus dinilai (berkeringat/kering)
Warna kulit juga perlu dinilai
Pucat
Dapat terjadi
akibat gangguan peredaran darah
Kemerahan
Tekanan darah
tinggi, keracunan alcohol, luka bakar,demam, penyakit infeksi
Kebiruan (sianossi)
Kurangnya
oksigen dalamdarah.
Kekuningan
Sering
merupakan tandagangguan hati
Biru kehitaman
Tanda
perdarahan bawah kulit
7. Riwayat
Penderita
Untuk
mengetahui penyebab atau pencetus suatu kejadian, mekanisme kejadian atau
perjalanan suatu penyakit maka diperlukan wawancara yang dapat dilakukan dengan
penderita, keluarganya atau saksi mata. Riwat penderita ini sangat penting pada
kasus medis.Untuk memudahkan, dikenal akronim KOMPAK .
K = Keluhan
utama
Sesuatu yang
sangat dikeluhkan penderita . Gejala adalah hal-hal yang hanya dapat dirasakan
oleh penderita misalnya nyeri, pusing. Tanda adalah hal-hal yang dapat diamati
oleh orang lain . Saat melakukan Tanya jawab hindari jawaban YA atau TIDAK.
Usahakan memberikan pertanyaan terbuka .
O = Obat –
obatan yang diminum
Tanyakan apakah
penderita sedang dalam proses pengobatan. Gangguan yang dialami mungkin akibat
lupa minum atau menelan obat tertentu contohnya seorang penderita kencing manis
mengalami masalah kadar gula derah yang tinggi karena lupa minum obat sebelum
makan.
M = Makanan /
Minuman terakhir
Hal ini dapat
dijadikan dasar terjadinya kehilangan kesadaran pada penderita. Selain itu data
ini juga penting untuk diketahui bila ternyata penderita harus menjalai
pembedahan di RS.
P = Penyakit
yang diderita
Riwayat
penyakit yang sedang diderita atau pernah diderita yang mungkin berhubungan
dengan keadaan yang dialami penderita saat ini. Contoh : asma
dan jantung.
A = Alergi yang
Dialami
Perlu dicari
apakah penyebab pada penderita ini mungkin merupakan suatu bentuk alergi
terhadap bahan-bahan tertentu . umumnya penderita atau keluarga sudah
mengetahuinya dan sudah memahami mengatasi keadaan itu.
K = Kejadian
Kejadian yang
dialami penderita sebelum kecelakaan atau sebelum timbulnya Waspadai Gejala dan
Tandanya! penyakit yang diderita saat ini
8. Pemeriksaan
Berkala
Usahakan
pemeriksaan terus dilanjutkan secara berkelanjutan sebelum mendapat pertolongan
medis. Secara umum pada pemeriksaan berkala harus dinilai kembali :
- Tingkat
kesadaran
- Nilai kembali
jalan napas dan perbaii bila perlu
- Nilai kembali
pernapasan, frekuensi dan kualitasnya
- Periksa
kembali nadi penderita
- Nilai kembali
keadaan kulit : Suhu, kelembaban dan kondisinya
- Periksa
kembali secara seksama mungkin ada bagian yang belum diperiksa atau sengaja di
lewati
- Nilai kembali
penatalaksanaan penderita (secara keseluruhan)
- Pertahankan
komunikasi dengan penderita untuk menjaga rasa aman dan nyaman.
9. Pelaporan
Setelah selesai
menangani penderita dan penolong melakukannya dalam tugas maka semua
pemeriksaan dan tindakan pertolongan harus dilaporkan secara singkat dan jelas
kepada penolong selanjutnya. Dalam laporan sebaiknya dicantumkan :
- Umur dan
jenis kelamin penderita
- Keluhan utama
- Tingkat
kesadaran
- Keadaan jalan
napas
- Pernapasan
- Denyut nadi
- Pemeriksaan
yang penting
- KOMPAK yang
penting
-
Penatalaksanaan
- Perkembangan
lainnya yang dianggap pentin
D. PERDARAHAN
Kenapa bisa
terjadi perdarahan?
Perdarahan
terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh
benturan (trauma/penyakit). Perdarahan yang besar merupakan penyebab syok yaitu
suatu kondisi dimana beberapa sel dan alat tubuh tidak cukup mendapat aliran
darah yang mengandung oksigen (darah yang adekuat).
Perdarahan
dibagi menjadi 2 :
1. Perdarahan luar (terbuka)
Jenis perdarahan
ini terjadi akibat kerusakan dinding pembuluh darah disertai dengan kerusakan
kulit, yang memungkinkan darah keluar dari tubuh. Berdasarkan pembuluh darah
yang mengalami gangguan perdarahan luar dibedakan menjadi :
1. Perdarahan
Arteri
Darah yang
keluar dari pembuluh nadi keluar menyembur sesuai dengan denyut nadi dan
berwarna merah terang karena masih kaya dengan oksigen.
2. Perdarahan
Vena
Darah yang
keluar dari pembuluh vena mengalir, berwarna merah gelap karena mengandung
karbon dioksida .
3. Perdarahan
Kapiler
Berasal dari
pembuluh kapiler , darah yang keluar merembes perdarahan ini sangat kecil
sehingga hamper tidak memiliki tekanan warnanya bervariasi antara merah terang
dan merah gelap .
Pengendalian
dan Penanganan Perdarahan Luar
1. Tekan luka
dengan jari atau telapak tangan (gunakan sarung tangan).
2. Tinggikan
anggota tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi kehilangan
darah.
3. Tekan pada
titik tekan , yaitu arteri di atas daerah yang mengalami perdarahan. Ada
beberapa titik tekan yaitu :
- Arteri Brakialis (arteri di lengan atas)
- Arteri Radialis (arteri di pergelangan tangan)
- Arteri Femoralis (arteri di lipatan paha)
Penanganan
Perdarahan Luar
1. Pakai APD
agar tidak terkena darah atau cairan tubuh penderita
2. Jangan
menyentuh mulut,hidung,mata dan makanan sewaktu memberi perawatan
3. Cucilah
tangan setelah selesai membeikan perawatan
4. Buang bahan
yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh penderita dengan baik .
2. Perdarahan dalam (tertutup)
Benturan dengan
benda tumpul merupakan penyebab utama cedera dalam dan perdarahan dalam.
Kehilangan darah pada perdarahan dalam tidak terlihat karena kulitnya masih
utuh dan mengingat perdarahan dalam tidak terlihat, kecurigaan adanya
perdarahan dalam harus dinilai dari pemeriksaan fisik lengkap termasuk
wawancara dan menganalisa mekanisme kejadian .
Beberapa
perdarahan dalam yang dapat dikenali antara lain :
·
Cedera pada bagian luar tubuh yang
mungkin merupakan petunjuk bagian dalam juga mengalami cedera
·
Adanya memar disertai adanya nyeri pada
tubuh, pembengkakan terutama diatas alat tubuh penting
·
Nyeri,bengkak dan perubahan bentuk pada
alat gerak
·
Nyeri tekan atau kekakuan pada diding
perut
·
Muntah darah
·
Buang air besar berdarah, baik darah
segar maupun darah hitam
·
Luka tusuk, khususnya pada batang tubuh
·
Darah atau cairan mengalir dari hidung
dan telinga
·
Buang
air kecil campur darah
Penanganan
Perdarahan dalam
1. Baringkan
penderita
2. Periksa dan
pertahankan Air Breath Circulation (ABC)
3. Periksa
pernapasan dan nadi secara berkala
4. Rawat
sebagai syok (lihat syok)
5. Jangan
berikan makan atau minum
6. Segera bawa kefasilitas kesehatan terdekat
Syok adalah suatu
kondisi dimana beberapa sel dan organ tubuh vital (terutama otak, jantung dan
paru-paru) tidak cukup mendapat aliran darah yang mengandung oksigen dan bahan
nutrisi.
Kenapa syok
terjadi?
1. kegagalan
jantung memompa darah
2. Kehilangan
darah dalam jumlah besar
3. Pelebaran
pembuluh darah yang luas (dilatsi)
Tanda dan
gejalanya
Tanda:
1. Nadi cepat
dan lemah
2. Nafas cepat
dan dangkal
3. Kulit pucat
dingin dan lembab
4. Wajah pucat
dan kebiruan (sianosis) pada bibir,lidah dan cuping telinga
5. Pandangan
hampa dan pupil mata melebar
6. Perubahan
keadaan mental (gelisah,cemas)
Gejala:
1. Mual,
mungkin disertai muntah
2. Haus
3. Lemah
4. Pusing
(Vertigo)
5. Tidak nyaman
dan takut
Bagaimana
menanganinya?
1. Bawa
penderita ketempat teduh dan aman
2. Tidurkan
telentang
3. Tinggikan
tungkai
4. Longgarkan
pakaian penderita
5. Selimuti
agar tidak kehilangan panas tubuh
6. Jaga agar
jalan nafas tetap baik
7. Kontrol
Perdarahan dan rawat cedera lainnya bila ada
8. Jangan beri
makan dan minum
9. Periksa
tanda vital secara berkala
10. Rujuk ke fasilitas kesehatan .
E. CEDERA
SISTEM OTOT RANGKA
1. Patah Tulang
adalah Terputusnya jaringan tulang.
Gejala dan
Tanda telah Terjadi Patah Tulang
- Adanya
perubahan bentuk. Bagian yang patah terlihat aneh bila dibandingkan saat sehat.
- Daerah yang
patah sukar digerakkan bahkan mungkin tidak dapat.
- Terdengar
suara berderik pada daerah yang patah
- Bengkak di
daerah patah
- Memar di
daerah patah
- Ujung tulang
mungkin terlihat pada patah tulang terbuka
Jenis Patah
Tulang
1. Patah tulang
terbuka : Bagian tulang yang patah terlihat dari luar
2. Patah tulang
tertutup : Bagian tulang yang patah tidak terlihat dari luar
Pembidaian
Pembidaian
dilakukan dengan tujuan dibawah ini.
- Mencegah
pergerakan atau pergeseran dari ujung tulang yang patah.
- Mengurangi
rasa nyeri.
-
Mengistirahatkan anggota badan yang patah.
- Mengurangi
cedera yang baru disekitar bagian tulang yang patah.
- Mempercepat
penyembuhan.
Macam – macam Bidai
Bidai Keras
Dibuat dari
bahan yang keras dan kaku untuk mencegah pergerakan bagian yang cedera. Bahan
yang sering dipakai adalah kayu, alumunium, karton, plastic atau bahan lain
yang kuat dan ringan. Contoh : BIdai kayu, bidai tiup, bidai vakum
Bidai yang
dapat dibentuk
Jenis bidai ini
dapat diubah menjadi berbagai bentuk dan kombinasi untuk disesuaikan dengan
bentuk cedera . Contoh : Bidai vakum, bantal, selimut, karton, bidai kawat.
Bidai Traksi
Bidai bentuk
jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya.Hanya digunakan oleh tenaga
yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha
Gendongan atau
Blat dan Bebat
Pembidaian
dengan menggunakan pembalut, umunya dipakai mitela.Prinsipnya adalah
memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan
daerah cedera. Contoh : Gendongan
lengan.
Bidai
Improvisasi
Bila tidak
tersedia bidai jadi, maka penolong dituntut mampu berimprovisasi membuat bidau
yang cukup kuat dan ringan untuk menopang bagian tubuh yang cedera.Contoh :
majalah, Koran, karton dll.
Pedoman Umum
Pembidaian
Pedoman ini
sangat penting untuk mengurangi kesalahan dalam pembidaian:
· Jika korban
sadar, sampaikan rencana tindakan kepada korban.
· Pastikan bagian
yang cedera dapat dilihat dan rawatlah perdarahan bila ada.
· Nilai gerakan,
sensasi, sirkulasi (GSS) pada bagian yang menjauhi batang tubuh sebelum
melakukan pembidaian.
· Siapkan alat
seperlunya (misal bidai dan mitella).
· Upayakan tidak
mengubah posisi yang cedera.
· Jangan
memasukkan bagian tulang yang patah.
· Bidai harus
meliputi dua sendi dari tulang yang patah.
· Ikatan jangan
terlalu keras dan jangan longgar.
· Ikatan harus
cukup jumlahnya dimulai dari sendi yang banyak bergerak.
· Selesai
dilakukan pembidaian dilakukan pemeriksaan GSS kembali, bandingkan dengan
pemeriksaan GSS yang pertama
Langkah –
langkah Penanganan Patah Tulang
1. Lakukan
penilaian dini
2. Lakukan
pemeriksaan fisik
3. Stabilkan
bagian yang patah secara manual
4. Upayakan
yang diduga patah dapat dilihat
5. Atasi
perdarahan dan rawat luka bila ada
6. Siapkan
alat-alat seperlunya ( bidai dan mitella )
7. Lakukan
pembidaian…!
8. Kurangi rasa
sakit korban
9. Baringkan
korban pada posisi yang sakit
2. Cerai sendi (Dislokasi) adalah
keluarnya kepala sendi dari mangkok sendi.
Penyebab :
Sendi teregang
melebihi batas normal sehingga kedua ujung tulang terpisah dan tidak pada
tempatnya. Jaringan ikat sendi bisa tertarik melebihi batas normal dan mungkin
sampai robek
Waspadai Gejala dan Tandanya! :
Secara umum
berupa patah tulang yang terbatas pada daerah sendi.
3. Terkilir otot (Strain)
adalah robeknya jaringan otot pada ekor otot (Tendon), karena teregang melebihi
batas normal.
Penyebab :
·
Umumnya terjadi karena pembebanan
secara tiba-tiba pada otot tertentu.Hal ini sering terjadi pada cedera olahraga
karena : karena :
·
Latihan peregangan tidah cukup
·
Latihan peregangan tidak benar
·
Teregang melampaui kemampuan
·
Gerakan yang tidak benar
Waspadai Gejala dan Tandanya! :
·
Nyeri yang mendadak pada daerah otot
yang tertentu
·
Nyeri menyebar keluar disertai kejang
dan kaku otot
·
Bengkak
pada daerah cedera
4. Terkilir Sendi (Sprain) adalah robek atau putusnya jaringan ikat sekitar sendi
karena sendi teregang melebihi batas normal .
Penyebab :
Terpeleset,
gerakan yang salah. Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Bengkak
- Nyeri Gerak
- Nyeri Tekan
- Warna kulit merah kebiruan
Penanganan
Terkilir :
- Letakkan
penderita dalam posisi yang nyaman, istirahatkan bagian yang cedera
- Tinggikan
bagian yang cedera
- Beri kompres
dingin maksimum 3 menit, ulangi setiap jam bila perlu
- Balut tekan
dan tetap tinggikan
- Rawat sebagai
patah tulang
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
Pertolongan
cedera pada sistem otot rangka:
- Lakukan
penilaian dini.
- Lakukan
pemeriksaan Fisik
- Stabilkan
bagian yang patah secara manual
- Upayakan yang
diduga patah dapat dilihat
- Atasi
perdarahan dan rawat luka bila ada
- Siapkan
alat-alat seperlunya ( bidai dan mitella )
- LAKUKAN PEMBIDAIAN……!!!
- Kurangi rasa sakit
- Baringkan
penderita pada posisi yang nyaman.
F. PENINDAHAN
PENDERITA (EVAKUASI)
Beberapa hal
yang harus diperhatikan dalam pemindahan penderita:
1. Nilai kesulitan
yang mungkin terjadi pada saat pemindahan
2. Rencanakan
gerakan sebelum mengangkat dan memindahkan penderita
3. Jangan
memindahkan dan mengangkat penderita jika tidak mampu
4. Gunakan otot
tungkai, panggul serta otot perut. Hindari mengangkat dengan otot punggung dan
membungkuk.
5. Jaga
keseimbangan
6. Rapatkan tubuh
penderita dengan tubuh penolong saat memindahkan dan mengangkat penderita.
7. Perbaiki posisi
dan angkatlah secara bertahap
Prinsip dasar
pemindahan penderita :
1. Jangan
dilakukan jika tidak perlu
2. Melakukan
sesuai dengan cara yang benar
3. Kondisi
Fisik Penolong harus baik dan terlatih
Tidak ada
definisi yang pasti kapan seorang penderita harus dipindahkan. Sebagai pedoman
dapat dikatakan bahwa bila tidak ada bahaya berikan pertolongan dulu baru
pindahkan penderita. Bila situasi dan kondisi dilapangan relative tidak aman
mungkin harus dilakukan pemindahan
penderita
terlebih dahulu.
Berdasarkan
keselamatan penolong dan penderita, pemindahan penderita digolongkan menjadi 2
bagian :
1. Pemindahan
Darurat
Pemindahan
darurat dilakukan bila ada bahaya yang mengancam bagi penderita dan penolong.
Contoh :
- Ancaman
Kebakaran
- Ancaman
Ledakan
- Ancaman
Bangunan runtuh
- Ancaman mobil
terguling bensin tumpah
- Adanya
bahan-bahan berbahaya
- Orang sekitar
yang berprilaku aneh
- Kondisi cuaca
yang buruk
Contoh Cara
pemindahan Darurat :
- Tarikan
lengan
- Tarikan Bahu
- Tarikan Baju
- Tarikan selimut
2. Pemindahan Biasa
Pemindahan biasa dilakukan jika keadaan tidak membahayakan
penderita maupun penolong.
Teknik angkat
langsung dengan tiga penolong:
a. ke tiga
penolong berlutut pada salah satu sisi penderita , jika memungkinkan beradalah
pada sisi yang paling sedikit cedera.
b. penolong
pertama menyisipkan satu lengan dibawah leher dan bahu, lengan yang satu
disisipkan dibawah punggung penderita.
c. penolong kedua
menyisipkan tangan dibawah punggung dan bokong penderita.
d. penolong ketiga
menyisipkan lengan dibawah bokong dan dibawah lutut penderita.
e. penderita siap
diangkat dengan satu perintah.
f. angkat
penderita keatas lutut ketiga penolong secara bersamaan.
g. sisipkan tandu
yang akan digunakan dan atur letaknya oleh penolong yang lain.
h. letakkan
kembali penderta diatas tandu dengan satu perintah yang tepat.
i. jika akan
berjalan tampa memakai tandu, dari langkah no f teruskan dengan memiringkan
penderita ke dada penolong.
j. berdiri secara
bersamaan dengan satu perintah.
Teknik
mengangkat tandu:
Penolong dalam
keadaan berjongkok dan akan mengangkat tandu
a. Tempatkan kaki
pada jarak yang tepat.
b. Punggung harus
tetap lurus.
c. Kencangkan otot
punggung dan otot perut. Kepala tetap menghadap kedepan dalam
posisi netral.
d. Genggamlah
pegangan tandu dengan baik.
e. Pada saat
mengangkat punggung harus tetap terkunci sebagai poros dan kekuatan konstraksi
otot seluruhnya pada otot tungkai.
f. Saat menurunkan
tandu lakukan langkah diatas pada urutan selanjutnya.
Teknik angkat
anggota gerak
a. Biasanya
diperlukan dua penolong untuk melakukan teknik ini :
b. Penolong
pertama berada diposisi kepala penderita.
c. Lakukan
pengangkatan pada lengan penderita.
d. Penolong yang
lain berdiri diantara dua tungkai penderita, menyelipkan tangan dan mengangkat
ke dua lutut penderita.
e. Dengan satu
aba- aba kedua penolong dapat memindahkan penderita di lokasi yang diinginkan.
Posisi
penderita
Secara umum
posisi penderita tergantung dari cedera yang dialami dan keadaan pada saat itu.
Beberapa pedoman untuk memposisikan penderita :
a. Penderita
dengan syok. Jika tidak ditemukan tanda-tanda cedera pada tungkai atas dan
tulang belakang tingikka tungkai sekitar 20 – 30 cm.
b. Penderita
dengan gangguan pernapasan. Posisikan duduk atau setengah duduk.
c. Penderita
dengan nyeri perut. Posisikan tidur. Posisikan tidur miring dengan tungkai ditekuk.
d. Penderita
Muntah-muntah. Posisikan nyaman dan awasi jalan napas.
e. Penderita
Trauma, terutama dicurigai cedera tulang belakang (spinal) harus segera
distabilkan dan imobilisasi dengan papan spinal panjang.
f. Penderita tidak
sadar dan tidak dicurigai ada cedera spinal atau cedera berat lainnya,
posisikan miring stabil.
Posisi terbaik
melakukan pemindahan tergantung pada kondisi saat itu.
G. KEDARURATAN MEDIS
Kedaruratan medis adalah cabang ilmu kedokteran yang dipraktekkan di
sebuah unit gawat darurat rumah sakit, dan di tempat lainnya dimana pertolongan pertama pada
suatu penyakit diperlukan.
Gejala:
·
Demam
·
Nyeri
·
Mual, muntah
·
Buang air kecil berlebihan atau tidak
sama sekali
·
Pusing, perasaan mau pingsan, merasa
akan kiamat
·
Sesak atau merasa sukar bernapas
·
Rasa haus atau rasa lapar berlebihan,
rasa aneh pada mulut
Tanda:
·
Perubahan status mental ( tidak sadar
dan bingung )
·
Nada cepat atau sangat lambat, tidak
teratur, lemah atau sangat kuat
·
Pernapasan tidak teratur
·
Perubahan keadaan kulit : suhu ,
kelembaban , keringat berlebihan, sangat kering termasuk perubahan warna pada
selaput lendir (pucat,kebiruan dan terlalu merah)
·
Perubahan tekanan darah
·
Pupil mata sangat lebar atau sangat
kecil
·
Bau khas dari mulut atau hidung
·
Terjadinya kejang atau kelumpuhan
·
Mual, muntah, diare
Beberapa kasus
umum yang mungkin ditemukan oleh seorang penolong:
1. Pingsan
Penyebab :
- Reaksi
terhadap rasa nyeri
- Kelelahan
- Kekurangan
makanan
- Emosi yang
hebat
- Berada dalam
ruangan yang penuh orang tanpa udara segar yang cukup.
Gejala dan Tanda
- Perasaan
limbung.
- Pandangan
berkunang-kunang dan telinga berdenging.
- Lemas, keluar
keringat dingin, Menguap.
- Dapat menjadi
tidak ada respon, yang biasanya berlangsung hanya beberapa menit.
- Denyut nadi
lambat
Cara menangani
- Baringkan
penderita dengan tungkai ditinggikan.
- Longgarkan
pakaian.
- Usahakan
penderita menghirup udara segar.
- Periksa
cedera lainnya.
- Beri selimut,
agar badannya hangat.
- Bila pulih,
usahakan istirahatkan beberapa menit.
- Bila tidak
cepat pulih, maka:
– Periksa napas
dan nadi.
– Posisikan
stabil.
2. Paparan
Panas
Kedaruratan
medis karena paparan panas dapat berupa kejang panas (kram), kelelahan panas
dan sengatan panas.
a. Kejang panas
Gangguan ini
berupa kejang disertai nyeri pada otot yang terjadi pada saat melakukan
kegiatan fisik, misalnya bermain bola, berlari. Umumnya terjadi pada otot tungkai
dan perut. Hal ini terjadi pada akibat kehilangan cairan dan elektrolit dalam
tubuh yang cukup besar melalui keringat. Penderita umumnya sadar dan
berkeringat, suhu tubuh normal.
Gejala dan Tanda
- Kejang pada
otot yang disertai nyeri, biasanya pada otot tungkai dan perut.
- Kelelahan
- Mual
- Mungkin
pingsan
Cara menangani
- Pindahkan
penderita ke tempat teduh /sejuk.
- Baringkan
sampai kejangnya menghilang.
- Beri minum
kepada penderita (Oralit atau sejenisnya)
- Rujuk ke
fasilitas kesehatan terutama bila kejang tidak berhenti.
b. Kelelahan
Panas
Kondisi yang
tidak fit pada saat melakukan aktivitas di lingkungan yang suhu udaranya
relatif tinggi, yang mengakibatkan terganggunya aliran darah gangguan ini juga
akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat yang berlebihan sampai
sistem sirkulasi terganggu. Bila tidak diatasi kelelahan panas dapat menjadi
sengatan panas.
Gejala dan Tanda
- Pernapasan
cepat dan dangkal.
- Nadi lemah.
- Kulit teraba
dingin, keriput, lembab dan selaput lendir pucat
- Pucat,
keringat berlebihan.
- Lemah.
- Pusing,
kadang penurunan respons
- Lidah kering
dan haus
Cara menangani
- Baringkan
penderita ditempat yang teduh
- Kendorkan
pakaian yang mengikat
- Tinggikan
tungkai penderita 20 – 30 cm
- Beri minum
bila penderita sadar
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
c. Sengatan
Panas
Terjadi akibat
kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh penderita sudah tidak lagi mampu untuk
mengeluarkan kelebihan panas, sehingga suhu tubuh menjadi terlalu tinggi dan
berbahaya bagi keselamatan penderita. Masalah ini menjadi lebih kompleks bila
penderita tidak lagi berkeringat. Keadaan ini biasanya terjadi akibat aktivitas
fisik berlebihan di tempat bersuhu tinggi atau di tempat yang kelembaban dan
ventilasinya kurang baik. Sengatan panas dapat mengancam jiwa.
Gejala dan Tanda
- Pernapasan
cepat dan dalam.
- Nadi cepat
dan kuat diikuti nadi cepat tetapi lemah.
- Kulit teraba
kering, panas kadang kemerahan
- Pupil mata
melebar
- Kehilangan
kesadaran
- Kejang umum
atau gemetar pada otot
Cara menangani
− Turunkan suhu
tubuh penderita secepat mungkin.
− Letakkan
kantung es pada ketiak, lipat paha, dibelakang lutut dan sekitar mata kaki
serta di samping leher.
− Bila
memungkinkan, masukkan penderita ke dalam bak berisi air dingin dan tambahkan
es ke dalamnya.
− Rujuk ke
fasilitas kesehatan
3. Paparan
Dingin ( Hipotermia )
Paparan
terhadap dingin dapat menyebabkan suhu tubuh menurun < 35° C. Tubuh akan
berusaha menuruninya dengan cara gemetar , suatu respon bawah sadar untuk
meningkatkan suhu tubuh melalui aktivitas otot. Hipotermia dapat terjadi akibat
penderita berada dialam terbuka dalam waktu yang lama. Ada beberapa hal yang
adapt memperburuk hipotermia yaitu :suhu rendah, angin, air, usia penderita,
kesehatan penderita, penyakit yang diderita, alcohol, penyalah gunaan obat dan
kekurangan makanan.
Gejala dan
Tanda
-
Menggigil/gemetar
- Terasa
melayang
- Pernapasan
cepat nadi lambat
- Gangguan
penglihatan
- Reaksi mata
lambat
- Alat gerak
kaku
- Pupil mata
melebar dan tidak bereaksi
- Kesadaran
menurun
Cara menangani
- Rawat
penderita dengan hati hati, berikan rasa nyaman.
- Penilaian
dini dan pemeriksaan penderita.
- Pindahkan
penderita dari lingkungan dingin.
- Jaga jalan
napas dan berikan oksigen bila ada.
- Ganti pakaian
yang basah, selimuti penderita, upayakan agar tetap kering.
- Bila
penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara pelan-pelan.
- Pantau tanda
vital secara berkala.
- Rujuk ke
fasilitas kesehatan
BAB III
PMR RELAWAN MASA DEPAN (KEPEMIMPINAN)
Kepemimpinan
adalah : Proses dalam mempengaruhi kegiatan – kegiatan seseorang atau kelompok
dalam usahanya untuk mencapai tujuan yang sudah di tentukan bersama.
Pemimpin adalah
: Seseorang yang dapat
mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya guna mencapai tujuan yang telah di
tetapkan bersama
Organisasi adalah
: Suatu perkumpulan orang –orang
yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Menejemen
adalah : Proses pengerakkan, pembimbingan dan
pemberian pasilitas terhadap pekerjaan – pekerjaan yang terorganisir dalam
kelompok untuk mencapai tujuan yang di inginkan.
Unsur – unsur Kepemimpinan :
a. Orang
yang memimpin
b. Orang
yang di pimpin
c. Organisasi
yang bersangkutan
d. Sasaran
yang ingin dicapai
e. Lingkungan
f. Nilai
– nilai sosial
g. Pertimbangan
ekonomi dan politik
Fungsi Kepemimpinan :
a.
Fungsi
Yang berkaitan dengan tugas dan pemecahan masalah
b. Fungsi
pemeliharaan kelompok / social
c. Perencanaan
d. Memandang
Kedepan
e. Pengembangan
Loyalitas
f. Pengawasan
g. Mengambil
Keputusan
h. Pemeliharaan
i. Menjalankan
tugas
Ciri Seorang Pemimpin Yang Berhasil :
a.
Mempunyai
dorongan yang kuat untuk bertanggung jawab
b. Penuh
semangat dan tekun
c. Berani
mengambil resiko dalam mengambil keputusan
d. Dipercaya
memiliki kepribadian
e. Sanggup
menerima keputusan dan tindakan
f. Sabar
dalam menghadapi kegagalan
g. Tahan
Uji
h.
Mempunyai
kecakapan dalam mempengaruhi orang lain
i. Mampu
menciptakan system hubungan masyarakat
Hal – Hal Yang Menyebabkan Orang
Menjadi Pemimpin :
a. Seorang
menjadi pemimpin karena warisan
b.
Seorang
menjadi pemimpin karena kekuatan pribadi, baik kekuatan fisik, kecakapan dan
materi.
c.
Pengangkatan
atasan : Seorang menjadi pemimpin karena di angkat
d.
Pemilihan
; Seorang menjadi pemimpin karena di pilih berdasarkan pada konsep penerimaan
bawahan
Hak – Hak Pemimpin :
a.
Menuntut Kepatuhan orang –orang yang
dipimpinnya
b.
Tanggung
jawab besar merupakan pengikat dalam organisasi
c.
Memerintah
bawahan dengan tidak melampaui wewenang
Batasan –Batasan
Seseorang menjadi Pemimpin yang Ideal :
a. Baik dalam segala hal
b. Harus
dapat berdiri di tengah
c. Harus
dapat memerintah bawahannya
d. Harus
sayang kepada yang kecil
Komunikasi
Komunikasi = Menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain.
Sebuah proses
diskusi, berbicara, bahkan pada saat saling memandang sebenarnya sedang mencoba
menyampaikan sesuatu kepada orang lain.. saat itu kita sedang melakukan suatu
proses yang sering disebut komunikasi..
Cara komunikasi:
1. Verbal ->
Menggunakan bahasa lisan atau tulisan.
2. Non Verbal -> Melalui gerak bahasa tubuh, bahasa
isyarat, sikap, ekspresi wajah
Beberapa hal
yang mendukung komunikasi:
1. Kenali diri
sendiri.
2. Kenali orang
lain
3. Mau
mendengarkan.
4. Memberi
pernyataan yang jelas.
5. Memberi umpan balik
6. Mau membuka diri
Beberapa hal
yang menghambat komunikasi, antara lain:
1. Egois.
2. Pemarah.
3. Lingkungan
yang buruk
4.
Membeda-bedakan status sosial
5. Permusuhan
Kerjasama
Kerjasama
adalah bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama
Manfaat kerja
sama..
- Kita bisa
menyelesaikan tugas dengan waktu yang lebih cepat,
- Pekerjaan
yang berat jadi ringan, dan
- Kita bisa
lebih akrab dengan teman-teman.
Faktor
pendukung kerja sama :
- Masing-masing
pihak menghargai kekurangan dan kelebihan masingmasing
- Sama-sama
paham tujuan kerjasama
- Terbuka
- Ada yang mau
jadi coordinator
Selain itu, ada
juga faktor penghambat, seperti:
1. Tidak
bertanggung jawab
2. Mau menang
sendiri atau egois
3. Curiga atau
suka mencurigai
4. Tidak bisa
membedakan antara kerjasama dengan sama-sama kerja
Kelompok yaitu
kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi
kearah tujuan bersama.
Membentuk kelompok
juga akan memudahkan kerja sama. Tapi sebelum berkelompok, kita harus sepakati
tujuan yang akan kita capai bersama...
Setelah
masing-masing tau apa tujuan bersama yang akan dicapai, tentu saja perlu
seorang yang akan mengkoordinir dan mengarahkan kita ke tujuan yang sudah kita
sepakati.. Nah orang
itu adalah pemimpin kita..
Tugas Anggota PMR
PEER LEADER = Anggota PMR Mula
dapat memberikan contoh perilaku hidup sehat kepada teman sebaya.
PEER SUPPORT = Anggota PMR Madya
diharapkan dapat memberikan dukungan buat teman sebaya untuk melakukan
perubahan perilaku hidup sehat.
PEER EDUCATOR = Teman-teman PMR
Wira dapat menjadi pendidik sebaya perilaku hidup sehat.
BAB IV
REMAJA SEHAT
PEDULI SESAMA
A. PERILAKU
HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)
1. Tujuan PHBS
Secara umum
PHBS bertujuan untuk meningkatkan jumlah rumah tangga sehat di Kabupaten/Kota.
Secara khusus adalah meningkatnya pengetahuan, kemauan dan kemampuan anggota
rumah tangga untuk menerapkan PHBS yaitu dengan berperan aktif dalam gerakan
PHBS di masyarakat.
2. Manfaat PHBS
a.
Setiap anggota rumah tangga mampu
memelihara kesehatannya sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja.
b. Dengan
meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga, biaya pengobatan dapat
dialokasikan untuk keperluan lain seperti pendidikan, usaha, dll.
c.
Anggota rumah tangga dapat mewujudkan
secara mandiri cara-cara pencegahan penyakit.
d. Dapat menjadi
percontohan rumah tangga sehat bagi lingkungannya.
e.
Membantu pemerintah untuk meningkatkan
derajat kesehatan bagi masyarakat.
3. Definisi Operasional
a. Kebersihan diri
Kebersihan diri
merupakan faktor penting dalam usaha pemeliharaan kesehatan secara umum.
Kebersihan diri meliputi :
·
Mandi setiap hari secara teratur dengan
menggunakan air bersih dan sabun sesuai kebutuhan.
·
Mencuci rambut secara teratur dengan
sampo minimal 1 minggu dua kali dan disisir dengan rapih.
·
Mencuci tangan sebelum menyiapkan
makanan dan minuman, sebelum makan, sesudah b.a.b dan b.a.k.
·
Kuku digunting pendek dan bersih.
·
Kaki dirawat dengan baik dan teratur,
pakailah sepatu yang cocok ukurannya.
·
Sikat gigi 3X sehari pagi dan sore dan
sebelum tidur.
·
Pakaian perlu diganti setiap habis
mandi dengan pakaian yang dicuci bersih dan disetrika.
Perilaku sehat yang perlu diterapkan :
·
Cuci tangan dengan sabun dan air
mengalir.
·
Membuang kotoran di WC/jamban.
·
Mengambil, menyimpan dan mengelola air
dengan cara yang bersih dan aman.
·
Merebus air sebelum diminum minimal 10
menit setelah mendidih.
·
Mengelola sampah secara sehat.
·
Menjaga kebersihan rumah.
b. Kebersihan Lingkungan
Kebersihan lingkungan adalah suatu usaha menjaga lingkungan
tetap bersih dan sehat, sehingga dapat mencegah penularan penyakit. Kebersihan
lingkungan meliputi :
Rumah
sehat dan terpelihara:
·
Memiliki jendela dengan cukup ventilasi sehingga
memperoleh udara segar dan sinar matahari dan mempunyai penerangan yang cukup.
·
Tersedianya tempat sampah yang tertutup dan Luang
sampah pada tempatnya.
·
Jaga
kebersihan sumber air (sumur), jamban dan lingkungannya.
·
Jarak sumber
air bersih atau sumur dengan tempat pembuangan kotoran manusia minimal 10
meter.
·
Aliran
pembuangan air hujan dan limbah harus lancar.
·
Hewan
peliharaan terjaga kesehatannya dan tidak berkeliaran di dalam rumah atau di
tempat anak bermain terutama hewan yang berkutu.
·
Rumah dan
kandang hewan peliharaan sebaiknya terpisah.
Pembuangan sampah sementara yang aman :
Tempat sampah khusus yang dikelola oleh masyarakat di lingkungannya
dengan memisahkan sampah organik dan non organik. Sampah berbahaya dapat
membawa penyakit seperti malaria, diare, disentri, infeksi yang ditularkan
melalui nyamuk, lalat dan tikus. Jika
anak-anak bermain
sampah, mereka bisa terluka yang mudah menjadi infeksi. Cara membuang
sampah: dibakar didalam lubang kemudian ditimbun.
c. Penyediaan Air Bersih
Air Bersih
adalah air yang digunakan untuk keperluan seharihari yang kualitasnya memenuhi
syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Secara fisik air
bersih dapat kita bedakan melalui indera (dengan dilihat, dirasa, dicium dan
diraba), yaitu:
·
Tidak berwarna, harus jernih sampai
terlihat dasar tempat air tsb.
·
Tidak berasa, harus bebas dari bahan
kimia baik rasa asin, asam maupun rasa basa.
·
Tidak berbau, harus bebas dari bau
busuk, bau belerang dsb.
·
Harus sesuai dengan suhu sekitarnya
atau lebih rendah
d. Mandi, Cuci
dan Kakus (MCK)
·
Kamar mandi:
Setiap keluarga
harus mempunyai kamar mandi yang terpelihara kebersihannya.
Tempat
penampungan air/bak mandi harus dibersihkan minimal setiap minggu dengan cara
disikat dan memakai desinfektan.
Disediakan
tempat sampah dan penerangan yang cukup.
·
Cuci
Mencuci
sebaiknya dengan air bersih yang mengalir terutama untuk mencuci bahan makanan.
Contoh:
Sayuran harus
bersih, bebas dari insektisida
Mencuci
peralatan rumah tangga dan pakaian harus mempergunakan air bersih, untuk
menghindari timbulnya penyakit.
Peralatan
mencuci harus selalu dalam keadaan bersih dan kering.
·
Kakus/jamban/W.C
Setiap keluarga
memiliki jamban yang bersih dan terawat (tidak berbau dan memiliki persediaan
air yang cukup).
Cara
membersihkan:
- Jamban dibersihkan memakai
desinfektan. Tetapi obat desinfektan tersebut jangan sampai masuk ke dalam
lubang jamban, sebab dapat mematikan bakteri yang ada di dalam yang
berfungsi untuk menghancurkan najis/ kotoran.
- Lubang jamban dibersihkan dengan
sikat bertangkai panjang yang mudah diputar (sikat WC).
Macam-macam
jamban:
- Jamban Cemplung
- Jamban Jongkok
- Jamban
Duduk
e. Air Limbah dan Sampah
Air limbah
adalah air bekas dari kamar mandi, dapur atau cucian yang dapat mengotori
sumur, sungai atau danau dan selanjutnya dapat mengganggu kesehatan. Akibat
penanganan air limbah yang tidak baik dapat :
Menimbulkan bau
busuk.
Mengganggu
pemandangan
Mengurangi luas
tanah yang seharusnya dapat digunakan
Menjadi sarang
nyamuk yang menularkan penyakit
· Membuat
saluran pembuangan air limbah yang memenuhi persyaratan kesehatan:
- Air limbah tidak mengotori sumur,
sungai atau danau.
- Saluran pembuangan air limbah
harus tertutup supaya tidak menjadi sumber penyakit.
· Bergotong royong untuk membuat saluran pembuangan air
limbah
· Bersihkan saluran pembuangan air limbah secara rutin
4. Indikator PHBS Nasional
a.
Persalinan
ditolong oleh tenaga kesehatan
b.
Memberi
ASI eksklusif
c.
Menimbang balita setiap bulan
d. Menggunakan air
bersih
e.
Mencuci tangan dengan air bersih dan
sabun
f.
Menggunakan jamban sehat
g. Memberantas
jentik nyamuk di rumah seminggu sekali
h. Makan buah dan
sayur setiap hari
i.
Melakukan aktivitas fisik setiap hari
j.
Tidak merokok di dalam rumah
5. Rumus
Penentuan Strata Rumah Tangga
a. Sehat
Pratama (Merah) : Jumlah nilai
Keluarga 0 s.d 5
b. Sehat Madya
(Kuning) : Jumlah Nilai pratama + 6
s.d 10
c. Sehat Utama
(Hijau) : Jumlah Nilai Madya +
11 s.d 15
d. Sehat
Paripurna ( Biru) : Jumlah Nilai
Utama + 16
6. Cara
Mewujudkan PHBS
- Meningkatkan diseminasi informasi
PHBS
- Melakukan pengkajian dan pemetaan
PHBS
- Melakukan berbagai intervensi
sesuai keadaan dan sosial budaya setempat
- Menggalang kemitraan dengan
berbagai pihak
- Melakukan advokasi kepada pemda
dan legislatif
- Meningkatkan kapasitas tenaga
pelaksana.
7. Kesehatan
Mental (PSIKOLOGIS)
Pengertian
kesehatan mental:
a. Seseorang yang
sehat mentalnya tidak cukup hanya terbatas pada pengertian terhindarnya dia
dari gangguan penyakit dan jiwa, melainkan patut pula dilihat sejauh mana
seseorang itu mampu menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri dan lingkungannya,
mampu mengharmoniskan fungsifungsi
b. jiwanya,
sanggup mengatasi masalah hidup termasuk kegelisahan dan konflik batin yang
ada, serta sanggup mengekspresikan potensi dirinya untuk mencapai kebahagiaan.
c. Sebagai ilmu
pengetahuan cabang dari ilmu psikologi yang bertujuan mengembangkan potensi
manusia seoptimal mungkin dan menghindarkannya dari gangguan penyakit dan
masalah kejiwaan.
d. Sebagai terapi
atau ilmu terapan guna membantu mengatasi gangguan penyakit dan masalah
kejiwaan.
Seseorang dapat
berusaha memelihara kesehatan mentalnya dengan menegakkan prinsip-prinsipnya
dalam kehidupan, yaitu:
·
Mempunyai penilaian diri atau gambaran
dan sikap terhadap diri sendiri yang positif.
·
Memiliki integrasi diri atau
keseimbangan fungsi-fungsi jiwa dalam mengatasi masalah hidup termasuk stres.
·
Mampu mengekspresikan dirinya secara
optimal guna berproses mencapai kematangan.
·
Mampu bersosialisasi atau menerima
kehadiran orang lain.
·
Menemukan minat dan kepuasan atas
pekerjaan yang dilakukan.
·
Memiliki falsafah atau agama yang dapat
memberikan makna dan tujuan bagi hidupnya.
·
Mawas diri atau memiliki kontrol
terhadap segala keinginan yang muncul.
·
Memiliki perasaan benar dan sikap
bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatannya.
B. PERAWATAN KELUARGA
1. Latar Belakang
Latar belakang adanya perawatan keluarga
ini diawali dengan adanya kirsus keperawatan tahun 1950 yang diadakan oleh
Rumah Sakit PMI Bogor yang kemudian kursus tersebut berkembang sampai kepada
kursus Perawatan Keluarga.
2. Pengertian
Perawatan keluarga adalah perawatan yang
dilakukan oleh anggota keluarga itu sendiri dengan menggunakan alat-alat yang
ada di lingkungan keluarga itu dan sederhana tetapi hasilnya memuaskan.
3. Prinsip
Kerja Pelaku PK
a.
Sikap yang baik seorang Pelaku PK
penting untuk memberi kesan baik tentang kepribadiannnya:
· Berprikemanusiaan.
· Bertanggungjawab.
·
Selalu
mengutamakan kepentingan klien.
·
Selalu bersikap
terbuka.
·
Peduli terhadap
penderitaan orang lain.
b. Menunjukan
kemauan kerja dengan bersikap tenang, cepat, tepat dan tanpa ragu-ragu.
c.
Mempunyai sifat ramah, selalu senyum,
bersedia untuk mendengarkan keluhan dan mampu menenangkan si sakit.
d. Berfikirlah
sebelum bertindak atau bekerja
e.
Pengamatan serta informasi yang
berwenang sangat bermanfaat dan membantu dalam menjalankan tugas perawatan
f.
Jagalah kebersihan lingkungan dan
ruangan di sakit dengan tidak mengabaikan kebersihan diri sendiri.
g. Selalu mencatat
hasil pengamatan dan perawatan secara singkat jelas
h. Usahakan agar
tidak menambah penderitaan si sakit
i.
Jangan bertindak menyimpang dari
peraturan dan perintah dokter/ petugas kesehatan.
j.
Jika perlu untuk merujuk si sakit ke
puskesmas atau rumah sakit, persiapkan dengan baik, baik keperluan orang sakit maupun
transportasi.
k. Selalu menjaga kerahasiaan medis pasien
4. Peralatan
Perawatan Keluarga :
a.
Alat
Kebersihan :
APD (Celemek,
sarung tangan dan Masker)
b.
Peralatan
mencuci tangan
Air mengalir
(kran, botol, improvisasi lain)
Baskom (wadah
penampung air)
Sabun dalam
tempatnya
Handuk
tangan/serbet
c.
Peralatan
tempat tidur
Tempat tidur
dan kasur.
Bantal dan
Guling
Selimut
Seprei
Kain perlak dan
alas perlak
d.
Perlatan
mandi, Buang air besar (BAB), Buang air kecil (BAK)
Tempat tidur
Bantal dan
Guling
Selimut
Seprei
Kain perlak dan
alas perlak
Ember
Gayung
Baskom
Washlap
Handuk
Pasu najis
(pispot)
Labu Kemih
(urinal)
Tissue
Sisir
Sabun
Popok disposible (jika diperlukan
e.
Peralatan mencuci rambut:
- Shampoo
- Pelembab
rambut (conditioner)
- Alat pengering rambut
- Sisir
- Handuk
- Perlak
f.
Peralatan
memelihara mulut
Sikat gigi
Pasta gigi
Tempat
penampungan buangan
g.
Peralatan
makan
- Baki
- Piring
- Sendok
- Garpu
- Gelas dengan tatakan dan
penutupnya
- Sedotan
- Serbet
- Selang Sonde (jika pasien
mempergunakannya)
- Meja kecil, bel/lonceng (khusus
untuk pasien yang tidak dapat makan sendiri)
h.
Peralatan
Medis
Termometer
(Manual dan Digital)
Tensimeter dan
stetoscope (Manual dan Digital)
Perlan dan
Plester
i.
Peralatan
kompres
Washlap
Kantong
es/kompres dingin
Kantong air
panas/ kompres panas
Botol
j.
Alat habis
pakai
Bedak
Minyak pelumas
(Baby Oil)
Cream pelembab
kulit.
Desinfektan /
cairan pensuci hama
Antiseptik (
bethadin, alcohol 70 %, clorin )
Plester,
verband, tensoplast
k.
Peralatan
lainnya
- Pakaian
bayi lengkap
·
Bak mandi untuk bayi
5. Persiapan
Merawat Klien
a. Persiapan
Lingkungan
Menyiapkan
ruangan/kamar untuk memberikan rasa nyaman dan aman pada klien (bersih, bebas
dari debu, asap rokok, ventilasi dan pencahayaan cukup)
b. Persiapan
Alat
Peralatan
disesuaikan dengan tindakan yang akan dilakukan Peralatan disesuaikan dengan
kemampuan masing-masing keluarga
c. Persiapan
Klien
·
Persiapan Fisik dan Mental
·
Memberikan penjelasan mengenai tujuan
tindakan yang akan dilakukan dan waktu yang dibutuhkan selama melaksanakan
tindakan
·
Persetujuan dari klien dan keluarga
d. Persiapan
Pelaku PK
·
Memakai Alat Pelindung Diri/APD
(Penutup Kepala, Kaca Mata, Masker, Celemek, Sarung Tangan dan Alas Kaki)
disesuaikan dengan tindakan yang akan dilakukan
·
Kebersihan diri Pelaku PK : mencuci
tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
·
Persiapan Mental Pelaku PK : percaya
diri dan tidak dalam keadaan cemas.
6. Pelaksanaan Perawatan
Keluarga
a. Mencuci
tangan
Mencuci tangan
di lakukan :
·
Sebelum dan sesudah merawat klien
·
Sebelum memegang makanan dan minuman
·
Sesudah memegang alat kotor / binatang
·
Setelah
buang air kecil dan buang air besar.
Tujuan mencuci
tangan :
·
Membersihkan tangan dari segala kotoran
·
Menjaga kesehatan Pelaku PK
·
Mengurangi penularan penyakit
·
Melatih suatu kebiasaan yang baik
Tiga cara
mencuci tangan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan:
· Cuci tangan
higienis atau rutin dengan menggunakan sabun/detergen dengan air mengalir
· Cuci tangan
aseptik : sebelum tindakan pada klien dengan menggunakan antiseptik
· Cuci tangan
sebelum melakukan pembedahan : dengan menggunakan antiseptik dan sikat tangan..
Peralatan
mencuci tangan :
·
Menggunakan air yang mengalir, jika
tidak ada washtafel/ledeng, menggunakan botol, ceret, dll, tetapi diperlukan
ember/wadah kosong untuk menampung air kotor
·
Sabun dan tempatnya
·
Sikat tangan bila perlu
·
Tissue, handuk tangan atau serbet
Prosedur
pelaksanaan :
·
Lepaskan semua perhiasan di tangan
(arloji, gelang, cincin,dll)
·
Buka keran atau siramkan air dari
ceret/botol
·
Gosok putaran keran dengan sabun
kemudian di bilas
·
Basahi tangan sampai kesiku dan sabuni
hingga berbusa mulai dari telapak tangan, sela jari, punggung tangan, pergelangan
tangan sampai siku. Sabun disiram dengan air terlebih dahulu sebelum diletakkan
pada tempatnya.
·
Bila perlu kuku disikat dengan sikat
tangan.
·
Bilas tangan sampai bersih.
·
Tutup kran, ingat jangan mengibaskan
air dari tangan.
·
Keringkan tangan dengan menggunakan
tissue, handuk tangan atau serbet bersih.
b. Pemakaian Alat
Pelindung Diri (APD)
·
Penutup Kepala
Tujuan memakai
penutup kepala :
- Mencegah jatuhnya mikroorganisme
yang ada di rambut dan kulit kepala pelaku PK.
- Melindungi kepala atau rambut
pelaku PK dari percikan darah atau cairan tubuh klien.
Cara
menggunakan penutup kepala :
- Cuci tangan sesuai prosedur
standar
- Rambut Pelaku PK dirapihkan
- Menggunakan tutup kepala sampai
menutupi seluruh rambut kepala.
·
Pelindung Wajah
Tujuan memakai
kaca mata dan masker :
Melindungi
selaput lendir hidung, mulut dan mata selama melakukan tindakan atau perawatan
klien yang memungkinkan terjadi percikan darah dan cairan tubuh lainnya.
Cara
menggunakan pelindung wajah :
- Cuci tangan sesuai prosedur
standar
- Penggunaan masker dan kaca mata
disesuaikan dengan adanya kemungkinan percikan darah selama tindakan
berlangsung.
Catatan :
Penggunaan
masker dan kaca mata jangan sampai membatasi ketajaman penglihatan dan lapang
pandang. Penggunaan masker sekali paki
·
Celemek / baju
pelindung
Tujuan Memakai
celemek :
o
Melindungi pakaian dari kotoran
o
Mengurangi bahaya penularan penyakit
Cara
menggunakan celemek :
- Setelah mencuci tangan, peganglah
tali penggantung celemek dan masukan melalui kepala
- Kedua tali pada sisi kiri dan
kanan diikat pada bagian belakang tubuh pelaku dengan ikatan yang mudah
dilepas.
Cara melepaskan
celemek :
- Buka ikatan celemek yang ada
dibelakang tubuh pelaku.
- Lepaskan celemek melalui kepala
- Celemek dapat digantung di dalam
ruangan klien dengan posisi bagian luar celemek menghadap keluar. Bila
digantung di luar ruangan klien celemek harus dalam posisi terbalik
(bagian luar di dalam).
- Pelaku mencuci tangan kembali
Catatan :
Celemek dicuci setiap hari dengan cara merendamnya di dalam larutan
klorin/bayclin selama 10 menit,selanjutnya dicuci memakai detergen dan dibilas
sampai bersih lalu dikeringkan.
·
Sarung tangan
Tujuan memakai
sarung tangan :
Melindungi
tangan dari kontak dengan darah, semua jenis cairan tubuh, sekret, ekskreta,
kulit yang tidak utuh, selaput lendir klien dan benda yang terpapar oleh
mikroorganisme/terkontaminasi.
Persiapan :
- Kuku Pelaku PK dijaga selalu
pendek
- Lepaskan cincin dan perhiasan lain
- Sarung
Tangan
Cara memakai
sarung tangan :
- Cuci tangan sesuai prosedur
standar
- Buka pembungkus sarung tangan
- Ambil salah satu sarung tangan
dengan memegang pada sisi sebelah dalam lipatan yaitu bagian yang akan
bersentuhan dengan kulit tangan saat dipakai
- Posisikan sarung tangan setinggi
pinggang dan menggantung ke lantai, sehingga bagian lubang jarijari tangannya
terbuka. Masukan tangan (jaga sarung tangan supaya tetap tidak menyentuh
permukaan).
- Ambil sarung tangan ke dua dengan
cara menyelipkan jari-jari tangan yang sudah memakai sarung tangan ke
bagian lipatan, yaitu bagian yang tidak akan bersentuhan dengan kulit tangan
saat dipakai.
- Pasang sarung tangan yang kedua
dengan cara memasukan jari-jari tangan yang belum memakai sarung tangan,
kemudian luruskan lipatan, dan atur posisi sarung tangan sehingga terasa
pas dan nyaman dipakai.
Cara melepaskan
sarung tangan :
- Masukkan sarung tangan yang masih
dipakai ke dalam larutan klorin/bayclin, gosokkan untuk mengangkat bercak
darah atau cairan tubuh lainnya yang menempel.
- Pegang salah satu sarung tangan
pada lipatannya lalu tarik ke arah ujung jari-jari tangan sehingga bagian
dalam dari sarung pertama menjadi sisi luar.
- Jangan dibuka sampai terlepas sama
sekali, biarkan sebagian masih berada pada tangan sebelum melepas sarung
tangan yang kedua.
- Biarkan sarung tangan yang pertama
sampai disekitar jari-jari, lalu pegang sarung tangan yang kedua pada
lipatannya lalu tarik ke arah ujung jari hingga bagian dalam sarung tangan
menjadi sisi luar, demikian dilakukan secara bergantian.
- Pada akhir setelah hampir diujung
jari, maka secara bersamaan dan dengan sangat hati-hati sarung tangan tadi
dilepas
- Perhatikan agar tangan yang
terbuka hanya boleh menyentuh bagian dalam sarung tangan
- Cuci tangan setelah sarung tangan
dilepas.
·
· Pelindung Kaki
Tujuan memakai
pelindung kaki :
Melindungi kaki
pelaku PK dari tumpahan atau percikan darah, cairan tubuh lainnya dan mencegah
dari kemungkinan tusukan benda tajam atau kejatuhan alat kesehatan.
Persiapan :
Pelindung kaki
(sepatu tertutup)
Cara
menggunakan pelindung kaki :
- Cuci tangan sesuai prosedur
standar
- Menggunakan sepatu sampai menutupi
seluruh ujung dan telapak kaki.
- Mencuci tangan
Catatan :
Pelindung kaki digunakan bila perlu sesuai dengan kondisi
7. Penempatan
Tempat Tidur Klien
a. Penataan
tempat tidur klien
Bila seseklien
harus dirawat dengan baik dan sedapat mungkin dibaringkan di tempat tidur
tersendiri yang diatur rapih dan bersih.
b. Maksud dan
tujuan
·
Membuat klien merasa nyaman
·
Mempercepat upaya penyembuhan
·
Mencegah penyakit bertambah parah
·
Memperkecil bahaya penularan
c. Peralatan
·
APD
·
Tempat tidur, kasur dan bantal
·
Alat – alat tenun yang disusun menurut
urutan pemakaian, untuk memudahkan bekerja : kain seprei, perlak, kain alas
perlak, selimut dan sarung bantal
d. Prosedur
Penataan tempat tidur klien :
Untuk klien
yang dapat beranjak dari tempat tidur :
·
Memberi tahu klien dan keluarga
·
Semua peralatan disediakan dalam kamar
diatas meja, kecuali keranjang/ember kosong untuk alat tenun yang kotor
·
Mencuci tangan
·
Memakai APD.
·
Alat tenun yang kotor dilepaskan,
dimasukkan ke keranjang / ember kosong.
·
Bantal/guling disingkirkan, ditaruh di
atas kursi.
·
Kasur dibalikkan, bagian kaki berada di
bagian kepala.
·
Ambil seprei bersih, letakan lipatan
pertengahan seprei pada pertengahan kasur, buka seprei dan perhatikan bahwa
pada bagian kepala sisi seprei harus dapat diselipkan dengan baik (+ 25 cm dibawah
kasur), barulah bagian kaki (kadang-kadang seprei kurang). Ditarik dengan baik
supaya tidak ada lipatan.
·
Kain perlak dan kain alas diletakkan di
atas seprei (untuk menghindarkan seprei mudah kotor) dengan pertengahannya
berada di pertengahan kasur.
·
Pada ke empat sudut seprei dibuat
lipatan diagonal, barulah diselipkan sisi alat tenun di bawah kasur, lalu
dirapihkan.
·
Sarung bantal dan guling bersih
dipasang dan dikembalikan pada tempat semula.
·
Selimut yang bersih dipasang dengan
cara pertengahan selimut diletakkan di atas pertengahan tempat tidur. Pada
bagian kaki dibuat lipatan agar kaki dapat digerakkan, barulah selimut
diselipkan di bawah kasur.
·
Melepaskan
APD.
·
Mencuci
tangan
Untuk klien
yang tidak dapat beranjak dari tempat tidur
·
Memberi tahu
klien dan keluarga
·
Semua peralatan disediakan dalam kamar
diatas meja, termasuk keranjang/ember kosong untuk alat tenun yang kosong
(jangan diletakan di atas lantai)
·
Mencuci tangan
·
Memakai APD.
·
Bantal, guling dan selimut dikeluarkan
dan diletakkan di atas kursi
·
Seluruh sisi seprei, kain perlak dan
kain alas perlak dilepaskan dari selipan dibawah kasur.
·
Klien dimiringkan membelakangi pelaku
·
Seprei yang kotor, kain perlak dan alas
perlak digulung ke arah punggung klien.
·
Seprei yang bersih dipasang, letakkan
lipatan pertengahan seprei pada pertengahan kasur dengan memperhatikan agar di
bagian kepala, sisi seprei dapat diselipkan dengan baik.
·
Perlak dan kain alas perlak yang bersih
diletakkan diatas seprei bila ada satu perlak, maka perlak ditarik dari
gulungan seprei yang kotor, dibersihkan kembali, dengan memakai air sabun lalu
dikeringkan dan diberi talk, pasang kembali diatas seprei.
·
Ujung dan sisi seprei, perlak dan kain
alasnya diselipkan dibawah kasur serta dirapihkan,
·
Klien dibalikkan kembali dan
dimiringkan ke arah pelaku.
·
Pelaku pindah posisi ke belakang klien,
gulung alat tenun yang kotor, keluarkan dan masukan kedalam keranjang /ember
untuk pakaian kotor (kecuali kain perlak bila tidak ada gantinya dibersihkan).
·
Seprei, perlak dan kain alas perlak
dirapihkan, ujung serta sisi-sisinya diselipkan dibawah kasur.
·
Klien dibaringkan terlentang kembali.
·
Sarung bantal dan guling diganti dengan
yang bersih dan diletakkan pada tempatnya semula.
·
Selimut yang bersih dipasang.
·
Melepaskan APD.
·
Mencuci
tangan
8. Memandikan Klien
di Tempat Tidur
Tujuan
memandikan.
·
Memberikan perasaan segar dan nyaman
kepada klien.
·
Membersihkan kotoran yang melekat pada
tubuhnya.
·
Membantu memperlancar peredaran darah.
·
Melatih otot-otot secara aktif dan
pasif.
·
Mencegah terjadinya lecet.
Peralatan.
·
APD.
·
2 buah waskom berisi air hangat.
·
Air
hangat dalam cerek dan air dingin dalam ember.
·
2 waslap dan 2 handuk bila ada.
·
1 buah ember untuk menampung air kotor.
·
Sabun mandi pada tempatnya, bedak, krim
pelembab, minyak kayu putih dan alat kosmetik bila perlu.
·
Pakaian yang bersih.
·
Tempat/keranjang untuk pakaian kotor.
·
Bila perlu sediakan pispot urinal dan
botol berisi air untuk membasuh.
Prosedur Memandikan Klien di Tempat Tidur
·
Memberi tahu klien dan keluarga.
·
Mendekatkan alat-alat.
·
Menutup pintu dan tirai agar klien
tidak malu (menjaga privacy).
·
Mencuci tangan.
·
Memakai APD.
·
Singkirkan bantal dan guling yang tidak
dipakai.
·
Membentangkan handuk dibawah kepala dan
handuk yang satunya dipasang di dada.
·
Mencuci dengan bersih muka, telinga,
dan leher dengan washlap (untuk muka klien ditanyakan apakah mau memakai sabun
atau tidak).
·
Mengeringkan muka, telinga dan leher
klien dengan handuk yang ada di bawah kepala.
·
Mengangkat handuk dari bagian kepala,
kemudian handuk dan waslap digantungkan pada rak handuk.
·
Memasang selimut mandi, lipatan bagian
atas dipegang oleh klien, lipatan bagian bawah ditarik bersama-sama dengan
selimut ke arah kaki.
·
Melipat selimut.
·
Menanggalkan pakaian atas klien dan
memasukkan ke dalam tempat pakaian kotor.
·
Membentangkan handuk ukuran besar di
bawah lengan klien yang jauh dari pelaku PK lalu dibersihkan mulai dari
jari-jari tangan sampai ke bahu.
·
Mengeringkan dengan handuk lalu
memasukkan ke bawah selimut mandi.
·
Lakukan cara yang sama pada lengan yang
lain, letakkan kedua tangan yang sudah bersih ke atas kepala.
·
Menurunkan selimut mandi sampai perut
bagian bawah.
·
Membentangkan handuk diatas selimut
mandi.
·
Memandikan dengan bersih dada, perut,
ketiak kemudian dikeringkan dengan handuk.
·
Menarik selimut mandi sampai menutup
dada.
·
Mengganti air di waskom dengan air yang
bersih.
·
Memiringkan klien dan membentangkan
handuk di belakang punggung.
·
Memandikan bagian punggung sampai ke
bokong.
·
Mengeringkan dengan handuk.
·
Melakukan pemijatan di daerah punggung
dan daerah yang tertekan.
·
Mengenakan pakaian atas yang bersih
kemudian ditelentangkan kembali.
·
Menanggalkan pakaian bawah dan
dimasukkan ke dalam pakaian kotor.
·
Mencuci dengan bersih jari-jari kaki,
telapak kaki sampai paha lalu dikeringkan, dilakukan terlebih dahulu pada kaki
yang jauh dari pelaku PK, kemudian dilakukan pada kaki yang lain dengan cara
yang sama.
·
Mengganti air di waskom dengan air yang
bersih.
·
Membentangkan handuk dibawah bokong,
mencuci dengan bersih alat kelamin dan sekitarnya sampai lipatan paha kemudian
dikeringkan dengan handuk (sebelumnya ditawarkan pada klien apakah mau
melakukannya sendiri).
·
Mengenakan pakaian bawah klien.
·
Memasang selimut dan menarik ke arah
kepala klien bersama bagian bawah selimut mandi.
·
Angkat selimut mandi, digantungkan pada
rak handuk.
·
Merapikan klien dan membereskan tempat
tidur
·
Membersihkan dan merapihkan semua alat
dan dikembalikan ke tempatnya masing- masing
·
Melepaskan APD
·
Mencuci tangan
·
Membuka kembali pintu dan tirai
Catatan :
ü Bila air sudah kotor, air harus segera
diganti
ü Sela- sela jari tangan dan kaki harus
dibersihkan dan dikeringkan dengan baik, demikian juga lipatan paha, ketiak,
belakang telinga, bokong dan pusat
ü Sewaktu memandikan klien selalu
memperhatikan keadaan umum klien, bila ada luka atau tanda- tanda merah harus
dilaporkan.
ü Hindarkan klien dari rasa kedinginan
dan lelah.
ü Jalin komunikasi dengan klien selama
tindakan berlangsung.
BAB V
AYO SIAGA BENCANA
Bencana adalah
kejadian luar biasa yang menimbulkan kerugian harta benda maupun jiwa.
Berdasarkan
waktu terjadinya bencana dikelompokan menjadi 2 :
1. Bencana yang terjadi secara tiba-tiba, misalnya
gempa bumi, tsunami, angin topan atau badai, gunung meletus, banjir Bandung dan
tanah longsor.
2.
Bencana yang
terjadi secara perlahan, biasanya disertai munculnya
tanda-tanda sehingga kita bisa melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah
timbulnya banyak korban, misalkan banjir, kekeringan, dan abrasi pantai.
Sedangkan
berdasarkan penyebabnya, bencana dikelompokan sebagai berikut :
1. Bencana yang disebabkan gejala alam, misalnya
pergeseran lapisan bumi menimbulkan ancaman gempa dan tsunami; letusan gunung
api menimbulkan gempa vulkanik, letusan, semburan awan panas, hujan abu, dll;
perubahan iklim menimbulkan perubahan pola musim dan angin topan; sedangkan
kemarau bisa menimbulkan kebakaran hutan.
2. Bencana yang disebabkan oleh manusia, misalnya yang
berhubungan dengan lingkungan seperti penebangan hutan yang menyebabkan erosi,
kelalaian seperti kebocoran reaktor nuklir, kebakaran kilang minyak, dll.
Pertentangan antar manusia (konflik atau perang).
A.
Gempa Bumi
Gempa adalah
pergeseran tiba-tiba lapisan tanah dibawah permukaan bumi. Pergeseran ini
disebabkan pergerakan lempengan-lempengan tektonik maka disebut Gempa Tektonik, aktifitas gunung api
disebut Gempa Vulkanik, atau
runtuhan batua disebut Gempa Induksi
(Runtuhan).
Kesiapsiagaan Gempa Bumi
1.
Jika berada di dalam rumah: Masuklah ke
bawah meja untuk melindungi tubuhmu dari jatuhan benda-benda. Jika kamu tidak
memiliki meja, lindungi kepalamu dengan bantal. Jika kamu sedang menyalakan
kompor, matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.
2.
Jika berada di luar rumah: Lindungi
kepalamu dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan
industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame.
Lindungi kepalamu dengan menggunakan tangan, tas atau apa pun yang kamu bawa.
3.
Jika kamu berada di mall, bioskop, atau
di lantai dasar gedung: Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari
kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
4.
Jika kamu berada di dalam lift: Jangan
menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika kamu merasakan
getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, tekanlah semua tombol. Ketika
lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika kamu
terjebak dalam lift, hubungi petugas gedung dengan menggunakan interphone jika
tersedia.
5.
Jika kamu berada di dalam kereta api:
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga kamu tidak akan terjatuh
seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan
dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau
stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
6.
Jika kamu berada di dalam mobil: saat
terjadi gempa bumi besar, kamu akan merasa seakan-akan roda mobil tersebut
gundul. Sopir akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah
mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil di kiri jalan dan
berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi, keluarlah
dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
7.
Jika kamu berada di gunung/pantai: Ada
kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat
aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika kamu merasakan
getaran dan tandatanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang
tinggi.
8.
Dengarkan informasi: Saat gempa bumi
besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan,
penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan
informasi yang benar. Kamu dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang,
polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak
jelas.
B. Banjir
Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air
yang berlebihan merendam daratan. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu
badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan
sehingga air keluar dari batasan alaminya.
Kesiapsiagaan Banjir
Sebelum Banjir Melanda
1. Jika daerah tempat tinggal sering terjadi banjir,
perhatikan tanda-tanda akan terjadi banjir, misalkan hujan lebat, saluran air
mulai meluap, dll.
2. Dengarkan adakah tanda-tanda peringatan, misalkan
pengumuman pengeras suara, sirine atau kentongan.
3. bungkus dengan plastik surat-surat penting seperti
sertifikat tanah, ijazah, akte lahir, buku pelajaran, dll.
Saat Banjir Melanda
1. Pindahkan barang-barang atau perabotan ke tempat yang
tidak terjangkau genangan air. Terutama barang-barang penting atau berharga.
2. Jika genangan air semakin meningkat, segera matikan
aliran listrik.
3. Jangan bermain air banjir, bisa jadi ada bahaya sengatan
binatang, sumber penyakit dan aliran listrik.
4. Tetaplah dirumah bersama keluarga dan tetap pantau
situasi dan bersiaplah jika ada kemungkinan mengungsi.
5. Ketahuilah jalur evakuasi, sehingga dapat menuju
pengungsian dengan aman.
6. Jangan memisahkan diri. Jagalah kebiasaan hidup bersih
dan sehat selama dipengungsian. Jangan sampai terjangkit berbagai penyakit.
Setelah Banjir Melanda
1. Jangan buru-buru kembali ke rumah, tunggu hingga situasi
sudah dinyatakan aman.
2. Jangan langsung masuk ke dalam rumah, periksa terlebihdahulu,
bisa jadi ada bahaya seperti kabel beraliran listrik, kebocoran gas, atap, atau
dinding yang roboh, binatang dan kotoran. Hati-hatilah karena lantai licin.
3. Bersihkan rumah dan barang-barang dari kotoran lumpur dan
sisa genangan air.
C. Tsunami
Tsunami adalah
gelombang laut besar yang terjadi akibat pergeseran lapisan bumi. Pergeseran
ini bisa dikarenakan gempa tektonik di bawah laut, gunung meletus, longsor atau
meteor yang jatuh ke bumi.
Kesiapsiagaan Tsunami
Sebelum Terjati Tsunami
1.
Kenalilah tanda-tanda tsunami. Biasanya
diawali adanya gempa besar di bawah permukaan laut yang mengakibatkan lapisan
tanah di bawah laut bergerak.
2.
Sebelum gelombang tsunami datang, air
laut akan menyurut dari batas normal. Jangan berdiam di pantai bergeraklah ke
tempat yang lebih tinggi.
3.
Sebelum gelombang tsunami datang
biasanya tercium aroma garam yang menyengat.
4.
Ketahuilah jalur evakuasi. Jika berada
di pantai, kenalilah tempat yang lebih tinggi yang tidak akan terendam genangan
gelombang tsunami.
5.
Jika tidak ada, pilihlah gedung tinggi
(minimal 3 lantai) dengan konstruksi kuat.
6.
Jangan jadikan gelombang tsunami
sebagai tontonan. Jika gelombang tsunami masih bisa dilihat dengan kasat mata,
berarti kita berada di kawasan yang berbahaya.
Jika Tsunami Terjadi
1.
Selamatkan diri ketempat yang lebih
tinggi
2.
Peringatkan semua orang dan ajak
menyelamatkan diri
3.
berlindunglah di tempat yang tinggi
atau di lantai gedung yang aman, tunggulah sampai air tsunami benar-benar
surut.
4.
Jika terbawa hanyut gelombang tsunami,
carilah benda-benda terapung yang dapat dijadikan rakit, misalnya batang pohon.
Berpeganglah erat-erat pada benda itu. Usahakan tidak meminum air laut dan
tetap di permukaan air untuk dapat bernafas.
5.
Jika gelombang membawamu ke tempat yang
tinggi, misalnya atap rumah, cobalah bertahan disitu. Tetaplah berdo’a untuk
keselamatan. Tunggu sampai air benar-benar surut dan keadaan tenang.
Sesudah Gelombang Tsunami
1.
Jangan larut
dalam kepanikan dan kesedihan, usahakan untuk tenang dan kuatkan hati untuk
menghadapi kenyataan.
2.
Jika akan
kembali kerumah, berhati-hatilah jangan melewati jalan-jalan atau daerah yang
rusak. Ikuti himbauan dari pemerintah atau regu penyelamat.
3.
Jika sudah
sampai di rumah, jangan langsung masuk. Waspadai jika ada bagian rumah yang
roboh atau lantai yang licin.
4.
Untuk
mendapatkan bantuan dan informasi, datanglah ke posko bencana PMI atau
organisasi bantuan lainnya.
5.
Tetaplah
gembira dan rajin bekerja. Bersiaplah untuk kembali ke kehidupan yang normal.
D. Longsor
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk
lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut,
bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat
diterangkan sebagai berikut. Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah
bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan
sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di
atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.
Jenis Tanah Longsor
Ada 6 jenis tanah longsor, yakni: longsoran translasi, longsoran rotasi,
pergerakan blok,runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Jenis
longsoran translasi dan rotasipaling banyak terjadi di Indonesia. Sedangkan
longsoran yang paling banyak memakan korban jiwa manusia adalah aliran bahan rombakan.
1. Longsoran Translasi
Longsoran translasi adalah ber-geraknya massa tanah dan batuan pada
bidang gelincir berbentuk rata ataumenggelombang landai.
2. Longsoran Rotasi
Longsoran rotasi adalah bergerak-nya massa tanah dan batuan pada bidang
gelincir berbentuk cekung.
3. Longsoran Translasi Batu (Pergerakan Blok)
Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerakpada bidang
gelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebutjuga longsoran translasi blok
batu
4. Longsoran Runtuhan
Runtuhan batu terjadi ketika sejum-lah besar batuan atau material lain
bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas.Umumnya terjadi pada lereng yang
terjal hingga meng-gantung terutama di daerah pantai. Batu-batu besar yang
jatuh dapat menyebabkan kerusakan yang parah.
5. Longsoran Rayapan Tanah
Rayapan Tanah adalah jenis tanah longsor yang bergeraklambat. Jenis
tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Jenistanah longsor ini hampir tidak
dapat dikenali. Setelah waktuyang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisa
menyebabkan tiang-tiang telepon, pohon, atau rumah miring ke bawah.
6. Longsoran Aliran
Terjadi jika tanah terdorong oleh air, sehingga material yang ada di
atasnya bergerak disepanjang lereng dan meluas pada daerah yang landai.
Tanda-tanda
Tanah Longsor
1.
Diawali
dengan hujan lebat terus-menerus
2.
Warna air
sungai berubah jadi lebih keruh
3.
Tiba-tiba
muncul rembesan, mata air, atau retakan yang memanjang di tanah
4.
Terjadi
runtuhan tanah, batu atau ranting
Siaga Bencana
Tanah Longsor
1.
Tetap tenang
dan segeralah bergerak ke tempat yang aman dari jalur longsoran
2.
Bertahanlah
di tempat yang aman dan terlindung sampai situasi benar-benar aman.
3.
Jika selamat
dari longsoran, perhatikan daerah sekitar, jika belum ada bantuan, segera
hubungi pemerintah setempat, PMI Kota/Kab. terdekat, polisi atau organisasi
lain yang bisa memberikan pertolongan.
E. Kebakaran
Kebakaran
adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak
dikehendaki, merugukan dan pada umumnya sulit dikendalikan.
Unsur yang
bersenyawa pada saat api menyala, yaitu panas, bahan bakar dan udara (oksigen).
Jika salah satu unsur itu tidak ada maka api tidak akan menyala.
Tindakan Saat Kebakaran :
·
Pahami bangunan diman kita berada
setiap saat. Ingat-ingat diman jalan keluar atau pintu darurat. Perhatikan juga
letak alat pemadam api ringan (APAR) atau tombol alarm kebakaran.
·
Jika mendengar yanda bahaya kebakaran
seperti asap dan bunyi alarm, segera hubungi petugas untuk mendapat
pertolongan.
·
Jika terjebak di dalam ruangan, tutup
celah pintu dengan kain atau handuk basah.
·
Jika terjebak, merangkaklah dibawah
asap, bernafaslah pendek-pendek.
·
Mintalah pertolongan, beritahukan
dimana posisi kita berada, cobalah menarik perhatian regu penyelamat misalnya
dengan dengan mengibaskan kain.
Cara Menggunakan APAR
Disingkat PASS
·
Pull, tarik pin hingga segel putus atau
terlepas. Pin terletak di atas tabung APAR. Tanpa menarik pin, kita tidak akan
dapat menekan handle sehingga isi tabung APAR keluat.
·
Aim, arahkan nozzle ke arah pusat api.
·
Squeeze, tekan handle untuk
mengeluarkan isi tabung. Pada beberapa merk, letak handle pada ujung nozzle.
·
Sweep, sapukan nozzle yang di pegang ke
kiri dan kanan api. Pastikan media yang digunakan dapat secara merata mangatasi
sumber api.
Mencegah Kebakaran
·
Pastikan mematikan kompor dan alat-alat
listrik setelah selesai digunakan.
·
Jangan biarkan kabel alat-alat listrik
tetap tersambung jika tidak digunakan
·
Periksalah kabel listrik secara
teratur, jangan sampai ada yang terkelupas.
·
Sebelum tidur atau meninggalkan rumah,
pastikan tidak ada kompor atau alat-alat listrik yang tidak perlu menyala.
·
Jika menggunakan kompor, minyak jangan
mengisinya terlalu penuh dan jangan biarkan minyak berceceran.
·
Jangan meletakan kompor terlalu dekat
ke dinding rumah.
·
Simpanlah bahan-bahan yang mudah
terbakar dengan terlindung, jangan di dekat kompor atau sumber api lainnya.
·
Jika menggunakan kompor gas, letakan
kompor di ruangan yang berventilasi bagus, sehingga terjadi pertukaran udara
·
Jangan memasang stop kontak
bertumpuk-tumpuk, kabel yang panas dapat meleleh dan menimbulkan percikan api.
·
Jangan membakar sampah di tengah terik
matahari atau pada saat angin bertiup kencang.
F. Kekeringan
Kekeringan adalah matinya sumber-sumber air. Bencana
kekeringan terjadi ketika ketersediaan air tidak mencukupi kebutuhan
sehari-hari dan dapat berpengaruh pada rumah tangga, pertanian, kegiatan
ekonomi dan lingkungan.
Penyebab Kekeringan
·
Faktor
alamiah : rendahnya curah hujan dan kemarau panjang.
·
Faktor
non-alamiah atau akibat ulah manusia : perusakan kawasan tangkapan air,
penebangan pohon, pengembangan pemukiman, dll.
Akibat Kekeringan
·
Berkurangnya
persediaan air
·
Menurunnya
produksi pertanian
·
Menurunnya
derajat kesehatan
·
Berkurangnya ketersediaan pangan yang
berakibat bencana kelaparan.
Pencegahan Kekeringan
·
Hemat
penggunaan air, selalu tutup keran air setelah digunakan
·
Segera
perbaiki saluran air yang bocor, jangan biarkan air terbuang percuma
·
Menjaga
kelestarian hutan sebagai sumber air.
G. Topan
Angin Topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120
km/jam atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis diantara garis balik
utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan
khatulistiwa.
Gejala dan
Peringatan Dini
Angin topan tropis
dapat terjadi secara mendadak, tetapi sebagian besar badai tersebut terbentuk
melalui suatu proses selama beberapa jam atau hari yang dapat dipantau melalui
satelit cuaca. Monitoring dengan satelit dapat untuk mengetahui arah angin
topan sehingga cukup waktu untuk memberikan peringatan dini. Meskipun demikian
perubahan sistem cuaca sangat kompleks sehingga sulit dibuat prediksi secara
cepat dan akurat.
Kesiapsiagaan
Angin Topan
·
Pantaulah
prakiraan cuaca dari Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tv maupun
radio.
·
Pelajari dan
kenali tanda-tanda terjadinya topan yaitu : awan gelap yang tebal, petir dan
kilat dari kejauhan
·
Kenali
jalur-jalur cepat dan aman, terutama evakuasi ke tempat pengungsian.
·
Perkuat
struktur bangunan rumah yang memenuhi syarat-syarat teknis untuk mampu bertahan
terhadap gaya angin.
·
Membangun
fasilitas perlindungan atau penampungan sementara jika angin topan terjadi,
biasanya adalah ruang di bawah tanah.
·
Mengamankan
benda-benda yang mudah terbang, sehingga tidak membahayakan jika angin topan
terjadi
·
Para nelayan
sebaiknya selalu menambatkan perahu erat-erat.
Saat Topan
Melanda
·
Bergeraklah
ketempat yang aman. Jika berdiam di rumah dianggap cukup aman, tutuplah jendela
rapat-rapat, bersiap-siaplah jika ada himbauan mengungsi.
·
Matikan
alat-alat listrik dan jangan menyentuh alat-alat listrik. Petir bisa saja
mengalir melalui kabel alat-alat listrik. Jika haruns mengungsi, tetaplah
tenang dan tertib, bawalah keperluan yang sudah disiapkan.
Setelah Topan
Melanda
Jangan tinggalkan rumah atau tempat pengungsian sampai keadaan
benar-benar aman. Hindari menyalakan korek api, aliran gas atau ;istrik, bisa
jadi ada kebocoran gas atau kerusakan kabel listrik. Jangan sampai ada yang
tertimpa atap atau dinding yang rusak.
H. Gunung Api
Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan
magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
Magma adalah cairan pijar yang terdapat di
dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih
dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu
lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi
yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau
lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.
Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara
lain
·
Suhu di sekitar gunung naik.
·
Mata
air menjadi kering
·
Sering mengeluarkan suara gemuruh,
kadang disertai getaran (gempa)
·
Tumbuhan
di sekitar gunung layu
·
Binatang
di sekitar gunung bermigrasi
Bahaya Gunung Api
·
Lahar
(Lava)
·
Awan panas atau wedus gembel (pyroclastic flow)
·
Aliran Lumpur
·
Hujan abu
·
Kebakaran hutan
·
Gas beracun
·
Gempa bumi
·
Gelombang tsunami
Jika Gunung Api Meletus
·
Ikuti jika
ada himbauan mengungsi. Jangan berdiamdi tempat yang berbahaya. Ikuti rute
evakuasi yang sudah ditentukan. Jangan melewati lembah yang dilalui aliran
sungai.
·
Sebelum
mengungsi, tutuplah pintu dan jendela, matikan alat-alat listrik dan bawalah
perbekalan makanan yang ada di rumah.
·
Jika terjebak
di luar lindungi diri dari benda-benda yang disemburkan oleh letusan gunung api,
carilah tempat berlindung. Waspadai aliran lahara jika berada di daerah aliran
sungai.
·
Lindungi juga
diri dari hujan abu, kenakan baju dan celana panjang, kaca mata, masker atau
penutup wajah dan topi.
·
Jika tidak
ada masker gunakan sapu tangan yang dibasahi untuk menutup hidung.
Setelah Gunung
Api Meletus
·
Jika
mengungsi, kembalilah ke rumah ketika keadaan dinyatakan benar-benar aman
·
Bersihkan
atap dari timbunan abu, kartena timbunan abu bisa menyebabkan atap runtuh
·
Lindungi
tubuh dari abu, trutama mulut dan hidung, abu gunung api bisa menimbulkan
iritasi dan gangguan pernafasan.
Manfaat Gunung
Api
·
Menyuburkan
tanah
·
Penangkap
hujan (hujan olografis)
·
Memperluas
area pertanian
·
Memperbanyak
budidaya tanaman
·
Barang
tambang (mineral) semakin dekat ke permukaan bumi
·
Pariwisata
dan sanatorium (tempat perawatan orang2 yg sakit paru2 karena udara yg sejuk)
I. Abrasi
Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh kekuatan
gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Ada yang mengatakan Abrasi
sebagai erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipengaruhi oleh
gejala alami dan tindakan manusia.
Tindakan manusia yang mendorong terjadinya abrasi adalah
pengambilan batu dan pasir di pesisir pantai sebagai bahan bangunan. Selain itu
penebangan pohon-pohon pada hutan pantai atau hutan mangrove memacu terjadinya
abrasi pantai lebih cepat.
Hutan Pantai yang tidak terjadi abrasi mempunyai beberapa
zonasi yang jelas, yaitu zone Ipomea pescaprae dan zone
Barringtonia. Zone Ipomea pescaprae biasanya didominasi oleh
Ipomea pescaprae dan Spinifex littoreus (rumput angin). Sedangkan
zone Barringtonia sering terdapat jenis-jenis pohon Barringtonia
asiatica, Pongamia pinnata Merr, Cordia subcordata L, Calophyllum inophyllum L,
Terminalia cattapa L, dll.
Untuk mencegah terjadinya abrasi pantai perlu dilakukan
penanaman mangrove dan pohon-pohon pada hutan pantai serta memelihara
pohon-pohon tersebut dari gangguan manusia. Menjaga kebersihan pantai dari
sampah organik maupun non-organik, dan tidak merusak lingkungan pantai, apalagi
mengahancurkan terumbu karang.
Manusia mengambil kayu dari hutan mangrove dan hutan
pantai untuk kehidupan sehari-hari, apabila pengambilan kayu dilakukan secara
terus-menerus maka pohon-pohon di pesisir pantai akan berkurang. Kerapatan
pohon yang rendah pada pesisir pantai memperbesar peluang terjadinya abrasi.
J. Perubahan Iklim
Perubahan iklim adalah perubahan
variabel iklim, khususnya suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara
berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun (inter
centenial). Disamping itu harus dipahami bahwa perubahan tersebut
disebabkan oleh kegiatan manusia (anthropogenic), khususnya yang
berkaitan dengan pemakaian bahan bakar fosil dan alih-guna lahan. Jadi
perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor alami, seperti tambahan aerosol
dari letusan gunung berapi, tidak diperhitungkan dalam pengertian perubahan
iklim. Dengan demikian fenomena alam yang menimbulkan kondisi iklim ekstrem
seperti siklon yang dapat terjadi di dalam suatu tahun (inter annual)
dan El-Nino serta La-Nina yang dapat terjadi di dalam sepuluh
tahun (inter decadal) tidak dapat digolongkan ke dalam perubahan iklim
global.
Kegiatan manusia yang dimaksud adalah kegiatan yang telah
menyebabkan peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer, khususnya dalam bentuk karbon
dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oksida (N2O). Gas-gas inilah yang
selanjutnya menentukan peningkatan suhu udara, karena sifatnya yang seperti
kaca, yaitu dapat meneruskan radiasi gelombang-pendek yang tidak bersifat
panas, tetapi menahan radiasi gelombang-panjang yang bersifat panas. Akibatnya
atmosfer bumi makin memanas dengan laju yang setara dengan laju perubahan
konsentrasi GRK.
Dampak Perubahan Iklim
·
Permukaan
laut meningkat, kira-kira 10 – 25 cm selama 100 tahun terakhir.
·
Banjir
terjadi dimana-mana, terutama disebabkan oleh gelombang badai dan hujan deras
berkepanjangan
·
Berdampak
buruk pada kesehatan
·
Kerusakan
infrastruktur
·
Kebakaran
hutan
·
Kegagalan
panen
·
Kurangnya
persediaan air.
Adaptasi Perubahan Iklim
·
Hemat energi
·
Mengelola
sampah dengan tidak menimbun sampah tapi lakukan daur ulang
·
Jagalah
kebersihan lingkungan.
K. Konflik Sosial
Konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua
orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan
pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik sosial dapat terjadi karena berbagai prasangka
dan sebab. Seperti, prasangka-prasangka ras, suku, agama, keyakinan politik
atau ideologi, dan lain sebagainya, dan sebab adanya ketidak-adilan dalam akses
pada sumberdaya ekonomi dan politik. Adanya ketidak-adilan akses pada
sumberdaya ekonomi dan politik memperparah berbagai prasangka yang sudah ada di
antara kelompok-kelompok sosial.
Mengatasi Konflik
·
Patuhi
aturan keamanan
·
Jangan
ikut serta memperkeruh keadaan
·
Saling
memaafkan dan menghargai
·
Tidak
memelihara rasa dendam, iri dan cemburu
·
Selalu
rela dalam memberikan pertolongan tanpa membeda-bedakan
·
Buatlah
kegiatan yang dapat mempererat persahabatan
·
Perbanyaklah
teman.
Dapur Umum
Dapur Umum adalah dapur lapangan dioselenggarakan untuk
menyediakan / menyiapkan makanan sederhana dan layak higienis dan cukup bergizi
dapat didistribusikan / dibagikan kepada yang memerlukan dalam waktu yang cepat
dan tepat.
Penyelenggaraan dapur umum untuk melayani kebutuhan makanan
pada penderita / korban bencana adalah bukan momopili organisasi PMI .
Penyelenggaraan dapu umum tersebut dapat diselenggarakan oleh siapa saja yang
datang pertama dan dapat menyelenggarakannya.Berdasarkan pengalaman selama ini
yang sering melaksanakan dapur umum dilapangan selain PMI adalah TNI , karang
taruna dengan satgasosnya perangkat pemerintah daerah tingkat bawah dibantu
ibu-ibu PKK dan warga setempat, hansip dll.
Penyelenggaraan Dapur Umum yang diselenggarakan oleh PMI
menjadi tanggungan penuh Pengurus Cabang PMI yang dalam pelaksanaannya
dilakukan oleh tim SATGANA PMI disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah korban
yang harus dilayani.
Satu regu Dapur Umum adalah :
a.
seorang Ketua regu
b.
seorang Wakil Ketua regu
c.
serang petugas tata usaha
d.
Seorang petugas
peralatan dan perlengkapan.
e.
seorang petugas memasak
f.
seorang petugas distribusi
Satu regu dapur
umum dapat menangani satu unit dapur umum dengan kapasitas maksimal 500 orang .
penyelenggaraan
dapur umum untuk memberikan bantuan makan kepada korban bencana diselenggarakan
apabila situasi tidak memungkinkan untuk memberikan bantuan bahan mentah.
Sesuai dengan
prinsip pemberian bantuan Palang Merah, bantuan dari PMI diberikan pada tahap
darurat dan paling lama berlangsung selama 14 hari namun disertai dengan
dukungan dana dan sarana lainnya , atas permintaan pemerintah dan sesuai
kemampuan PMI, pemberian bantuan dapat dilaksanakan melampaui batas 14 hari.
BAB
VI
KESEHATAN
REMAJA
A.
PERKEMBANGAN REMAJA
Setiap mahluk hidup
tumbuh ( semakin besar ) dan berkembang (semakin matang ), menuju
kedewasaan, sejak lahir sampai mati. Selama tumbuh kembang , dari anak-anak menjadi remaja terjadi
beberapa perubahan penting.
PERUBAHAN BENTUK ( ANATOMI
TUBUH )
a. Pembesaran alat kelamin
b. Pertumbuhan rambut di beberapa tempat
c. Peningkatan kelenjar minyak, mudah
berjerawat
d. Perubahan suara menjadi besar pada laki- laki dan lembut pada anak
perempuan.
e.
Pembesaran otot pada remaja laki-laki, dan pembesaran pinggul
pada remaja perempuan.
PERUBAHAN FAAL (
FUNGSI TUBUH )
a.
Alat kelamin peka, mudah terangsang dan
bila terangsang membesar/ membengkak dan
keluar lendir.
b.
Keluar seperma pada waktu tidur ( mimpi
basah ) pada anak lali-laki dan
menstruasi pertama ( karena
berfungsinya reproduksi ) pada anak perempuan.
PERUBAHAN KEJIWAAN
a. Keingintahuan tinggi , juga perihal masalah-masalah reproduksi
b. Perhatian terhadap sek meningkat
c. Keberanian mencoba-coba, terutama
bila didesak lingkungan.
d. Anak laki-laki cenderung menyendiri
dan melamun, sedangkan anak perempuan cenderung ngerumpi.
KESAMAAN DAN PERBEDAAN
TUMBUH KEMBANG REMAJA LAKI- LAKI DAN
PEREMPUAN
a.
KESAMAAN
Masing- masing remaja
berkembang menuju pencapaian potensinya ( fitrahnya ) manakala lingkungan hidupnya mendukung
pencapaian potensi tersebut, sebagai orang dewasa, laki- laki atau perempuan.
b.
PERBEDAAN
Remaja putri lebih cepat
matang dari pada remaja laki- laki. Yang banyak terjadi ialah bahwa remaja
perempuan memiliki lebih sedikit
kesempatan tumbuh dan berkembang
secara fitriah karena adanya kepercayaan yang lebih rumit dan penuh masalah
tentang tumbuh kembang remaja perempuan.
FAKTOR- FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI
a. Faktor Internal Pembawaan
b. Faktor External, yang mencakup :
-
Kesehatan
-
G
I z i
-
Lingkungan
keluarga dan teman sebaya serta sekolah
MENYI KAPI TUMBUH KEMBANG REMAJA
Karena
pembawaan tidak dapat di ubah, maka penyempurnaan tumbuh kembang remaja ( untuk
mendekati fitrah masing- masing ) dilakukan dengan mengelola faktor luar dengan
sebaik-baiknya ( kesehatan, gizi, lingkungan).
RESIKO NEGATIF
a. Rasa Rendah Diri
berlebihan karena adaanya perasaan bahwa dirinya lebih rendah dari teman
sebaya dalam hal- hal tertentu : kecantikan, kekayaan, kepandaian, dll.
b. Kesulitan Percaya Diri
terhadap nilai dan pergaulan diantara sebaya, keluarga dan masyarakat
umum, karena ketidak mengertian atau perbedaan kayakinan.
c. Pencegahannya adalah :
- Peningkatan
Ibadah, mensyukuri nikmat Allah SWT
- Melihat
segi dan potensi positif pada diri masing- masing
- Kebiasaan
memetik pelajaran terhadap dampak negatif para remaja yang telah terjerumsus
dalam perillaku berisiko.
d. Penaggulangannya adalah :
−
Penekanan
rasa negatif secara berkelompok
−
Saling menceritakan dan membagi
kesulitan bersama sahabat karib
−
Penyaluran potensi diri dalam hal- hal
positif : ibadah, kegiatan sosial, olah raga, kesenian , dll.
PENTINGKAH CITA- CITA
DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Manusia
hidup karena suatu tujuan yang jelas. Oleh
karenanya, semua orang harus menetapkan dengan jelas tujuan hidupnya. Salah satu yang pasti bagi remaja adalah CITA- CITA.
Khususnya cita –cita tentang
pekerjaan masa depan seiring dengan tibanya tahap dewasa dalam kehidupan
seseorang. Cita-cita bisa apa saja bisa
berubah, bisa berganti. Semakin rinci
cita-cita seseorang semakain jelas dan mudah untuk mempersiapkan pencapaiannya.
Semakin tua usia seseorangf, semakin mendekati kedewasaan, hendaknya semakin
rinci cita- citanya.
HAK DAN
KEWAJIBAN DALAM PENCAPAIAN CITA- CITA
Cita- cita bagi remaja perempuan sama penting dengan
cita- cita bagi remaja laki- laki . Di
masa depan, semakin banyak profesional
perempuan yang diperlukan masyarakat.
Tuntuan partisipasi perempuan
diberbagai bidang pembangunan dewasa
ini, dimana hak dan kewajiban perempuan
sebagai warga negara disejajarkan dengan laki- laki, hendaknya memacu para
remaja perempuan untuk berprestasi setinggi mungkin. Dalam artian, masih dalam
batas- batas yang wajar atas kodrat dan fitrahnya sebagai perempuan. Oleh
karenanya, mendorong remaja perempuan
untuk memiliki cita- cita setinggi mungkin, dan mendorong pencapainnya, menjadi
sangat penting.
USAHA DALAM
MENCAPAI CITA- CITA
Sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna,
diberi kelebihan acapkali disebut
POTENSI DIRI Kadang potensi diri
disebut juga FITRAH , nilai yang baik,
yang dianugrahkan kepada manusia. Kelebihan ini diperkuat dan dikembangkan
untuk mendukung pencapaian cita- cita seseorang.
Memahami kelemahan diri sendiri
yang apabila dibiarkan akan dapat menggangu potensi dirinya, dan menghalangi
tercapainya cita- cita. Yang
harus dilakukan adalah mengenal dengan baik dan jujur kelemahan masing- masing.
Dua
hal dasar yang menghancurkan cita- cita
remaja adalah :
a. Kegiatan pada diri remaja sendiri dan kegiatan diluar remaja,
kegiatan yang dapat terjadi pada remaja adalah : hamil, cacat karena kecelakaan, penyakit gawat ( AIDS ).
b. Dari luar remaja misalkan : perang,
bencana alam, bencana keluarga ( perceraian, bangkrut ).
Membuat Keputusan yang Baik adalah ; Tripel T : Tinjau , Telaah , Tindakan
a. Tinjau :
Mempelajari masalah atau persoalan atau kebutuhan mendesak dengan sebaik –
baiknya , dan kemudian menyusul daftar pilihan – pilihan tersedia.
b. Telaah : Menimbang – nimbang untung rugi masing – masing pilihan .
bisa dipilih yang paling berdayaguna (
mudah dilakukan ) , ataupaling berhasilguna ( hasilnya paling myata ) atau
resikonya paling kecil.
c. Tindakan : Menentukan
pilihan yang akan dipilih dan siap menerima risiko apapun . Mengambil tindakan
ini dilakukan setelah analisis selesai dillaksanakan.
Proses
3 T ini adalah proses kesinambungan artinya : setelah suatu tindakan diputuskan
dan kemudian dilaksanakan, selanjutnya dilakukan evaluasi nuntuk melakukan
tinjauan , telaah dan tindakan berikutnya.Demikian seterusnya sampai
permasalahan tersebut benar – benar terpecahkan secara tuntas.
33
Norma Sosial Adalah Serangkaian peraturan yang disepakati bersama untuk
dipelihara dijaga dan ditaati oleh semua anggota suatu masyarakat. Dan
norma bisa bersumber dari : Agama ,
Undang – undang atau peraturan negara, Adat dan kebiasaan serta kesepakatan
masyarakat.
Perilaku Berisiko Adalah Keseluruhan
tindakan manusia , yang didasari atas pengetahuan ( atau ketidak tahuan ) , sikap dan tindakan.
Suatu Perilaku dikatakan berisiko dalam arti apabila
dilakukan akan berpeluang untuk menimbulkan kerugian . Peluang tidak berarti bahwa
pasti terjadi.
Kesehatan Reproduksi
Fungsi Reproduksi
: merupakan kemampuan seseorang untuk berfungsi untuk berketurunan
sebagai bagian dari upaya pelestarian kehidupan manusia sesuai dengan kehendak
Tuhan Yang Maha Kuasa .
Alat Reproduksi
Pria adalah :
·
bagian luar - Buah zakar (Penis),
Skrotum (Kantung Buah Pelir)
·
bagian dalam : Sepasang buah pelir (testes), Saluran reproduksi (Vas deferens),
Kelenjar kelamin, Saluran kemih penis (Uretra Penis), Kandung kemih (Vesika
urinaria), Kandung mani (Vesika seminalis) .
Alat Reproduksi
Wanita :
·
Bagian luar : Celah luar (Vulva),
Sepasang bibir besar (Labium mayora), Bibir kecil (Labium Minora), Kelentit (Clitoris), Saluran
kemih, Liang senggama (Vagina), selaput dara (Hymen).
·
Bagian dalam : sepasang indung telur
(Ovarium), sepasang saluran reproduksi (Tuba Fallopi), Rahim (uterus) .
Pacaran dan Senggama
·
Pacaran adalah : Persahabatan pria dan wanita yang
didasari oleh rasa cinta yang berkelanjutan sampai ingin menjalin hubungan
suami istri.
·
Pacaran
yang aman dan sehat adalah dari sisi agama pacaran yang tidak melanggar kaidah
agama , tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan syahwat atau keinginan
melakukan senggama. Dan dari sisi kehidupan remaja adalah pacaran yang tidak
menimbulkan akibat merugikan masa kini dan masa depan remaja , termasuk menjadi
hamil dan tertular penyakit dan tidak melakukan senggama.
·
Senggama
adalah merupakan perbuatan terpuji yang hanya boleh dilakukan sepasang sumi
istri yang sah yang saling mencintai dalam rangka melanjutkan keturunan .
tujunannya upaya melestarikan manusia di bumi .
Kehamilan Dini dan
Aborsi
Kehamilan dini adalah : kehamilan yang terjadi terlalu dini
pada remaja, dimana belum adanya kesiapan fisik, mental, dan sosial untuk
mengandung dan melahirkan bayi.
Akibat
kehamilan Dini adalah mengandung
beberapa risiko negatif secara fisik si ibu masih dalam taraf pertumbuhan,
perkembangan alat dan fungsi reproduksi masih belum sempurna, organ –organnya
masih sangat muda dan belum siap benar untuk hamil dan melahirkan bayi .
Aborsi adalah rasa malu atas
kehamilan bayi yang dikandungnya ,karena tekanan mental mauun sosial .
Resiko melakukan Aborsi : kematian ibu muda , paling
tidak kandungan bisa rusak sehingga kemungkinan tidak dapat hamil lagi .
B. PENYAKIT HUBUNGAN SEKSUAL
Jenis – Jenis Penyakit Hubungan Seksual :
a.
GO ( Gonoroe ) Atau kencing nanah
-
Penyebab : Kuman gonokokus
-
Masa
Tunas : 1 – 5 hari
-
Tanda / gejala : Mulai
rasa gatal pada penis, Keluar Nanah akhirnya penis bisa hancur
-
Pengobatan : Penisilin dan antibiotika lain.
b.
Spilis ( Raja Singa )
- Penyebab :
Treponema Pallidum
- Tanda / Gejala :
ü Tahap 1 luka di kemaluan
ü Tahap 2 demam sakit kelenjar
ü Tahap 3 beberapa tahun benjolan di kulit, pelunakan tulang kerusakan syaraf dan otot.
- Pengobatan :
Penisilin dan antibiotika.
c.
Penyakit
Hubungan Seksual PHS
- Ulkus molledisebabkan kuman hemopelus : banyak benjolan merah
dan sakit di sekitar kemaluan.
- Limfogranuloma Venerium disebabkan virus
berupa benjolan kecil disekitar kemaluan ,mudah pecah, mudah menyebar kemana –
mana.
- Herpes Geneitalis : disebabkan Virus Herpes
berupa gelembung berair disekitar
kemaluan ,mudah ditulari penyakit lain yang bisa menjadi berbahaya.
- Kondiloma Akuminata : disebabkan virus
menimbulkan banyak kutil disekitar kemaluan.
- Kandidiatis genetalis disebabkan oleh jamur candida albicans
pada alat kelamin
- Trikomoniasis disebabkan oleh parasit
Trichomonas vaginalis dan menyerang saluran kemih.
d.
HIV / AIDS
HIV / AIDS Adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome kumpulan
gejala penurunan kekebalan tubuh ,sehingga tubuh rentan terhadap penyakit lain
yang mematikan . AIDS disebabkan oleh Virus yang disebut HIV ( Human Immunodeficiency Virus ).
HIV Melemahkan
sistem Kekebalan Tubuh : sistem kekebalan tubuh terutama adalah sel-sel
limfosit T4 selama terinfeksi limfosit menjadi wahana pengembangbiakan virus .
Ciri –ciri seseorang mengidap HIV AIDS
a. Stadium Inkubasi
b. Stadium awal
c. Stadium Tenang
d. Stadium Aids
Penularan HIV /AIDS
a. Penularan lewat senggama
b. Penularan lewat transfusi darah
c. Penularan lewat jarum suntik
d. Penularan lewat kehamilan
Melindungi diri dari Penularan
HIV AIDS
a. A – Abstinence alias Puasa
b. B – Be Faithful alias setia pasangan
hidup
c. C – Condom alias Kondom
d. Hindari Transfusi
e. Hindari suntik menyuntik
Untuk membantu penderita AIDS
a.
Bankitkan kepercayaan merekadan berilah
dukungan kasih saying
b.
Berilah pemahaman terhadap masalah yang
akan mereka hadapi dan cara mengatasinya
c.
Jangan
merasa tertekan secara berlebihan
d. Harus pasrah kehadirat Allah dan
tabah menghadapinya
e.
Lebih
mendekatkan diri kepada Tuhan dengan memperbanyak doa dan ibadah agama
f.
Tidak perlu merasa kehilangan hak
mendapat pelayanan dan perawatan dari orang lain
g.
Jalinlah komunikasi untuk berbagai rasa
secara terbuka dan jujur.
Cara Merawat Penderita HIV AIDS
a. Penggunaan
Prosedur Pertolongan Pertama yang aman
b. Gunakan
sarung tangan dan celemek untuk tugas perawatan
c. Cucilah
tangan setiap tugas
d. Pakaian kotor
dan berdarah harus dicuci dengan air panas
e. Sikat gigi dan
alat cukur jangan digunakan bergantian
f. Hindari
kontak langsung bila anda punya luka.
Keluarga
Berencana (KB)
Kelurga Berencana : adalah ihtiar
manusia untuk mengatur kelurga agar keluarga masing-masing bahagia dan
sejahtera didunia dan akhirat kelak yang diridoi Tuhan Yang Maha esa
Macam –macam teknik KB :
a. Pencegahan bersatunya sperma dan sel
telur
b. Pencegahan pembuahan saat sperma dan
sel telur bersatu
c.
Pencegahan pematangan sel telur pada
wanita
d. Penutupan saluran pengeluaran sperma
/ sel telur.
C. NAPZA
Obat ialah racun yang dibuat dari zat kimia. Racun tersebut masuk ke dalam tubuh
manusia melalui kulit (obat luar ), mulut
( per oral ), dubuur ( prer anal )
vagina dan semua lubang tubuh yang ada, serta disuntikan ke dalam otot atau pembuluh darah.
Jenis obat
bahaya dan cara memperolehnya.
Ada 4 golongan obat berdasarkan bahaya dan cara
mendapatkannya:
a.
Obat bebas, yang dapat dibeli dan
diminum secara bebas
b.
Obat bebas terbatas, hanya dapat
diperoleh dengan resep dokter
c.
Obat berbahaya, seperti Obat
Anti Depresanisa (penekan kesedihan )
d.
Stimulansia ( perangsang ), dan
Halusinogen ( pembentuk mimpi palsu yang indah ), Pil BK, ekstasi.
e.
Narkotika, antara lain: candu, ganja,
heroin, kokain, morfin dan turunannya.
Alasan Penyalahgunaan Obat:
a.
Adanya sikap individu yang berpotensi
coba- coba, misalnya frustasi, tidak
b. Senang diatur, sulit bergaul, ingin
dianggap hebat dll.
c.
Adanya Trend (Kecenderungan ) penggunaan
obat tertentu.
d. Obat memiliki efek toleransi, makin
lama dosis yang berefek makin besar
e. Mudahnya obat didapat disekitar tempat
tinggal remaja.
Tahapan Penyelahgunaan Obat Pada Remaja :
a. Tahap pemakaian coba- coba
b.
Tahap pemakaian insidentil ( kadang-
kadang )
c. Tahap penyalahgunaan
d. Tahap ketergantungan
Bahaya Negatip
a.
Ketergantungan, tanpa obat remaja tersebut sudah tidak mampu lagi
berprestasi
b.
Kesanduan, tubuhnya sudah terganggu
umumnya remaja kurang peduli terhadap lingkungannya
c.
Kesehatan, pengaruhnya tergantung pada
bahan kimia dalam obat tersebut.
Resiko Menyuntik :
Nyuntik sama bahaya dengan ngepil dalam tingkatan yang lebih parah, karena :
a.
Penyuntikan hampir selalu narkotika yang
memiliki bahaya paling besar
b.
Penyuntikan memiliki akibat yang lebih
langsung kedalam tubuh manusia
c.
Penyuntikan pada umumnya lebih disukai
bila menggunakan alat suntik dan jarum yang sama.
Pengaruh Obat Berbahaya
Pada Remaja :
a. lesu atau gelisah
b. banyak keluar keringat
c. kurang konsentrasi
d.
gerakan gemetar, kelihatan ketakutan,
banyak minum air.
Cara Membantu
Remaja Mencegah Diri dari Ngepil dan Nyuntik
Kalau masih coba – coba atau insidental
bantulah agar ;
a. .Memiliki rasa malu karena ngepil
/nyuntik itu perilaku memalukan
b. Meninggalkan lingkungan
ngepil/nyuntik
c. Aktif dalam kegiatan lain
d. Meningkatkan ibadah
e. Yang terpenting ialah mengembangkan
sikap percaya diri dan pengendalian diri yang kuat
Tubercolosis ( TBC )
Tubercolosis
( TBC ) Merupakan penyakit menahun dan menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobakterium Tuberculosis yang ditularkan lewat dahak yang menyebar keudara .
TBC
dapat menyerang setiap orang paling sering pada usia 15 – 35 tahun khususnya
yang bertubuh lemah , kurang gizi atau tinggal dengan penderita TBC dan paling
banyak menyerang paru – paru pada anak TBC dapat menyebabkan peradangan pada
saluran otak dan gangguan kulit.
Tanda dan Gejala
Pengidap TBC :
a. Batuk lebih dari 4 minggu
b. Batuk menahun dan berlendir
c.
Panis ringan pada sore hari dan
berkeringat pada malam hari
d.
Terasa nyeri pada dada dan punggung atas
e. Menjadi kurus
f. Kulit pucat
g. Suara menjadi parau/serak
h. Dalam stadium lanjut berbagai infeksi
dapat disebabkan karena kuman TBC termasuk infeksi kulit , selaput paru, otak,
jantung dan berbagai organ tubuh lainnya.
Cara Pencegahan
a. Vaksinasi BCG ( Becilus Calmette
Guirin ) bagi bayi sedini mungkin
b.
Makan makanan yang banyak mengandung
protein dan vitamin
c. Makan dan istirahat yang teratur
d. Jaga kebersihan lingkungan
e. Pemeriksaan kesehatan secara teratur
f.
Menghindari berdekatan nafas dengan
penderita TBC
Cara Pengobatan TBC Sebenarnya berbagai obat sudah
ditemukan sebagai obat TBC yang manjur termasuk INH, Steptomisin, Etambutol,
PAS, dan Ripamfisin,masalahnya obat-obat tersebut harus diminum dalam jangka
panjang secara terus menerus tanpa berhenti.
Pendidikan
Remaja sebaya (PRS)
Pendidikan
Remaja Sebaya adalah Penjabaran dari rasa Kesetiakawanan perasaan senasib
sepenanggungan. PRS merupakan bukti bahwa seorang teman adalah teman sejati ,
dalam kehidupan sehari-hari kita telah melakukan PRS dalam bentuk komunikasi
dua arah dengan teman sebaya. PRS yang kita pelajari disini tidak lain adalah
melaksanakan segala sesuatu yang sudah biasa dilakukan hanya kali ini
menyangkut pada Kesehatan dan Kesejahtraan Remaja demi kecemerlangan masa depan
bersama sesuai cita-cita masing-masing
Tahapan –Tahapan
Pendidikan Remaja Sebaya
a. Tahap Penerimaan
b. Tahap Pemasukan ide
c. Tahap Pemelihara
BAB VII
DONOR DARAH
Jenis Golongan Darah
|
Aglotinogen/Antigen (terdapat
dalam sel darah merah) |
Aglutinin/Antibodi (terdapat
dalam serum) |
Genotip |
Golongan
Darah |
|
A |
Anti - B |
OA atau AA |
A |
|
B |
Anti - A |
OB atau BB |
B |
|
AB |
- |
AB |
AB |
|
O |
O Anti - B
dan Anti - A |
OO |
O |
Fungsi darah antara lain :
·
Mengangkut oksigen dari paru-paru ke
sel-sel tubuh.
·
Mengangkut karbondioksida dari sel-sel
tubuh ke paru-paru untuk selanjutnya dikeluarkan.
·
Mengganti sel-sel yang rusak.
Jika seseorang mengalami kecelakaan atau sakit yang
menyebabkan kekurangan darah, jiwanya bisa terancam dan perlu transfusi darah.
Donor Darah =
Menyumbangkan darah untuk tujuan transfusi darah.
Transfusi Darah
= Proses pemindahan darah dari seseorang yang sehat dan memenuhi persyaratan ke
orang yang membutuhkan.
Darah yang
dipindahkan dapat berupa darah lengkap atau komponen darah.
• Darah lengkap
= Darah yang mengandung seluruh komponen darah.
• Komponen
darah terdiri dari plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dan keping-keping
darah
DONOR DARAH
TINDAKAN SUKARELA
Donor Darah
Sukarela (DDS) = Seseorang yang menyumbangkan darahnya secara sukarela tanpa
mengetahui untuk siapa.
Donor Darah
Pengganti (DDP) = Seseorang yang diminta untuk menyumbangkan darahnya kepada
seseorang dan dia tahu kepada siapa darah tersebut diberikan.
Darah yang
telah diambil harus mengalami pengujian untuk memastikan bebas dari penyakit
menular seperti HIV/AIDS, Hepatitis, dan Sifilis. Setelah itu, darah disimpan untuk
menunggu digunakan.
Syarat Donor
Darah
· Laki-laki/wanita
berusia 18-60 tahun
· Sehat jasmani
dan rohani menurut pemeriksaan dokter.
· Berat badan
minimal 45 kg.
· Kadar
Hemoglobin minimal 12,5 g/dl.
· Tekanan darah
sistolik 100 – 180 mm Hg dan Diastolik 50 – 100 mm Hg.
· Tidak menderita
penyakit berisiko tinggi seperti HIV/AIDS, hepatitis, sifilis, jantung, hati,
paru, ginjal, kencing manis, kejang, kanker atau penyakit kulit kronis.
· Bagi wanita
yang sedang haid, hamil atau menyusui tidak diperkenankan mendonorkan darahnya.
·
Manfaat Donor Darah
1.
Bagi Donor / Penyumbang darah
·
Mendapat
kepuasan batin karena darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan jiwa seseorang
yang membutuhkan
· Kesehatan kita
menjadi terpantau karena kondisi kesehatan kita akan diperiksa secara teratur.
· Membuat tubuh
semakin sehat sebab dengan mendonorkan darah tubuh akan memproduksi darah yang
baru.
· Dapat bergabung
dalam organisasi PMI untuk menambah relasi/teman, dan berperan di kegiatan
kemanusiaan lainnya.
· Meningkatnya
jumlah DDS akan meningkatkan nilai-nilai kesetiakawanan dan kepedulian sosial
2.
Bagi penerima Darah
· Sangat besar manfaatnya karena sampai
sekarang belum ada obat/atau cairan yang dapat mengganti fungsi darah,
sedangkan benyak kehilangan darah dapat mengancam kelangsungan hidup.
· Sangat besar manfaatnya bagi saudara
kita yang mengidap penyakit kelainan darah, sehingga kelangsungan hidupnya
sangat tergantung pada penambahan darah.
Bagaimana Menjadi Pedonor Darah?
· Calon donor
datang ke UDD (Unit Donor Darah) PMI.
· Calon donor
mengisi formulir donor darah yang berisi identitas dan riwayat kesehatan.
· Petugas
memeriksa kesehatan calon donor sesuai syarat yang telah ditentukan.
· Asisten
Transfusi Darah (ATD) yang terampil dan berpengalaman akan mengambil darah
calon donor sehingga pengambilan darah dapat berlangsung dengan cepat (±10
menit) dan aman.
· Calon donor
mendapatkan kartu tanda anggota donor darah. Kartu ini sebagai bukti bahwa
pemilik telah mendonorkan darahnya. UDD PMI
Setelah 2,5 - 3
bulan datang kembali ke UDD untuk donor darah.
Peran PMR Madya
Teman-teman anggota PMR Madya tetap
menyiapkan diri untuk menjadi DDS dan mengajak keluarga, guru, dan orang
sekitar untuk menjadi DDS. Tapi juga...
Peran PMR Wira
Anggota
PMR Wira yang sudah memenuhi syarat, segera menjadi DDS. Jangan lupa ajak
teman, anggota keluarga, guru, dan orang sekitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar