Kamis, 02 Oktober 2014

Membaca Kartu Menuju Sehat

Kartu Menuju Sehat (KMS) merupakan salah satu parameter penting untuk menilai tumbuh kembang balita.
contoh KMS untuk balita laki-laki. KMS balita laki-laki memiliki corak tabel dan grafik berwarna biru, sedangkan untuk balita perempuan berwarna pink.
Di bagian atas terdapat identitas yang berisi nama anak dan nama posyandu tempat kontrol. Di bagian berikutnya terdapat grafik umur terhadap berat badan. Di bagian dalam KMS terdapat grafik untuk anak berumur 0-24 bulan, dan di bagian luarnya terdapat grafik untuk umur 24-60 bulan. Di sisi kanan dan kiri grafik terdapat pula berbagai ilustrasi tentang proses tumbuh kembang anak yang normal.
Grafik pertumbuhan yang optimal adalah apabila dari pencatatan setiap bulan diperoleh berat badan yang terus meningkat dan tetap berada dalam zona hijau. Zona kuning menandakan orang tua harus waspada dengan pertumbuhan balitanya. Zona kuning yang di bawah menunjukkan berat badan anak kurang dari berat badan rata-rata anak seusianya. Sedangkan zona kuning yang di atas menunjukkan berat badan anak lebih dari berat badan rata-rata anak seusianya. Berat anak yang terlalu rendah sampai memotong garis merah (BGM = bawah garis merah) harus dikonsultasikan ke petugas kesehatan. Demikian pula dengan anak yang berat badannya tidak naik dalam kurun waktu 2 bulan. Berat badan yang melampaui zona kuning atas juga tidak baik karena hal ini dapat menunjukkan balita mengalami obesitas atau mengindikasikan gangguan kecepatan pertumbuhan.
Lalu adakah faktor lain yang dapat dijadikan patokan dalam memantau pertumbuhan balita. Berikut beberapa patokannya:
1.      Berat badan normal bayi di usia 6 bulan adalah 2 kali berat badan lahir. Berat badan normal di usia 1 tahun kira-kira 3 kali berat badan lahir.
2.      Berat badan normal anak di usia 1-6 tahun adalah 2 kali umurnya ditambah 8 kg.
3.      Berat badan anak yang menetap (tidak naik dan tidak turun) selama 6 bulan dapat berpengaruh pada tinggi badannya.
4.      Panjang bayi pada umur 1 tahun kira-kira 1.5 kali panjang badannya waktu lahir. Pada umur 4 tahun, tinggi badannya adalah 2 kali panjang badan waktu lahir.
5.      Lingkar kepala rata-rata untuk bayi baru lahir adalah 35 cm, untuk bayi 6 bulan 43.5 cm, dan untuk anak 1 tahun 47 cm.
Pengukuran untuk bayi prematur harus didasarkan pada umur seharusnya (umur kalender bayi ditambah selisih usia kehamilan ibu saat melahirkan sampai cukup bulan). Bayi prematur dapat mencapai berat badan usia 1 tahun relatif sama dengan bayi yang cukup bulan (yaitu kira-kira 8-9 kg) jika antisipasi tumbuh kembang dilakukan dengan baik.
Manfaat KMS-Balita adalah :
1.      Sebagai media untuk mencatat dan memantau riwayat kesehatan balita
2.      Sebagai media edukasi bagi orang tua balita tentang kesehatan anak
3.      Sebagai sarana komunikasi yang dapat digunakan oleh petugas
Batasan Usia
Tergantung KMS yang digunakan, antara lain :
1.      0 - 24 tahun
2.      0 - 3 tahun.
3.      0 - 5 tahun
Cara Membaca:
1.      Tentukan berat badan anak di KMS (sebelah kiri)
2.      Tentukan tinggi badan anak di KMS (sebelah bawah)
3.      Tarik garis lurus sampai menemukan titik temu.
Kriteria Gizi:
1.      Berat badan naik apabila garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna atau garis pertumbuhannya naik dan pindah ke pita warna di atasnya.
2.      Berat badan tidak naik apabila garis pertumbuhannya turun, mendatar, atau naik tetapi berpindah ke pita warna dibawahnya
3.      Gizi baik, apabila titik temu berada di pita berwarna hijau
4.      Gizi kurang, apabila titik temu berada di bawah pita berwarna merah.
5.      Gizi lebih, apabila titik temu berada di atas pita berwarna hijau
Fungsi KMS:
1.      Alat utnuk memantau pertumbuhan.
2.      Sebagai catatan pelayanan kesehatan anak.
3.      Sebagai alat edukasi.
Kegunaan KMS:
1.      Bagi Orang Tua Balita
Jika orang tua rutin setiap bulan melakukan penimbangan di Posyandu atau di sarana kesehatan lainnya, maka mereka dapat mengetahui status pertumbuhan anaknya dan dapat melakukan antisipasi pencegahan jika kurva pertumbuhan sudah mulai menunjukkan penurunan.
2.      Bagi Kader Posyandu
KMS digunakan oleh kader sebagai media untuk penyuluhan kepada ibu-ibu balita, serta indikator untuk merujuk si anak jika kurva pertumbuhan berada di bawah garis merah (BGM) untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut.
3.      Bagi Petugas Kesehatan

KMS menjadi media yang efektif dan cepat bagi petugas kesehatan untuk mengetahui pelayanan kesehatan apa saja yang sudah di dapatkan oleh si anak, khususnya pemberian imunisasi adan kapsul Vitamin A.

NAPZA

NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya.

1. Narkotika
Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis narkotika adalah:
a.    Tanaman papaver
b.    opium mentah
c.    opium masak (candu, jicing, jicingko)
d.   opium obat, morfina
e.    kokaina
f.     ekgonina
g.    tanaman ganja, dan damar ganja
h.    Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.
Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
a.    Halusinogen, yaitu jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD.
b.    Stimulan, yaitu obat-obatan yang menaikkan tingkat kewaspadaan di dalam rentang waktu singkat. Stimulan biasanya menaikkan efek samping dengan menaikkan efektivitas, dan berbagai jenis yang lebih hebat seringkali disalahgunakan menjadi obat yang ilegal atau dipakai tanpa resep dokter. efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu, dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
c.    Depresan, yaitu zat yang menekan susunan syaraf pusat dengan akibat rasa tenang dan mengantuk. Efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
d.   Adiktif, yaitu zat yang bersifat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya. Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja, heroin, putaw
Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian
Jenis-jenis narkoba
a.    Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid. Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.
b.    Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.
Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
a.    Budidaya. Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.
b.    Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk. Kata “morfin” berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
c.    Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”. Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

2.    Psikotropika
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:


a.    Sedatin (Pil BK)
b.    Rohypnol
c.    Magadon
d.   Valium
e.    Mandrax
f.     Amfetamine
g.    Fensiklidin
h.    Metakualon
i.      Metifenidat
j.      Fenobarbital
k.    Flunitrazepam
l.      Ekstasi
m.  Shabu-shabu
n.    LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide)



3.    Zat Adiktif
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:
a.      Alkohol yang mengandung ethyl etanol

b.     inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.

Gizi Remaja

Masa remaja merupakan salah satu tahapan kehidupan seseorang ketika pertumbuhan berat badan dan tinggi badan mengalami puncaknya.
Masa remaja ini ditandai dengan pertumbuhanyang cepat (growth spurt).
Perubahan yang terjadi pada diri remaja :
1.      Perubahan biologis
2.      Perubahan genetic.
3.      Perubahan psikososial
Empat fokus utama perubahan fisik :
1.      Peningkatan kecepatan pertumbuhan skelet, otot, dan visera.
2.      Perubahan spesifik-seks, seperti perubahan bahu dan lebar panggul.
3.      Perubahan distribusi otot dan lemak.
4.      Perkembangan sistem reproduksi dan karateristik seks skunder.
Laju pertumbuhan pada perempuan umumnya mulai antara usia 8 sampai 14 tahun. Tinggi badan 5 sampai 20 cm dan berat badan meningkat 7 sampai 27,5 kg. Pertumbuhan pada anak laki-laki mulai antara usia 10 sampai 16 tahun. Tinggi badan meningkat kira-kira 10 sampai 30 cm, dan berat badan meningkat 7 sampai 32,5 kg.
Anak perempuan mencapai tinggi penuh pada usia 16 sampai 17 tahun, sementara anak laki-laki terus tumbuh lebih tinggi sampai usia 18 sampai 20 tahun Diharapkan terjadi penambahan tinggi badan dalam setahun sekitar 9,5 cm pada anak laki dan 8,3 cm pada anak perempuan. calon ibu TB < 145cm, resiko tinggi mengalami kesulitan pada waktu melahirkan. Calon ibu dengan BB< 45kg, resiko tinggi untuk melahirkan BBLR.
Umumnya wanita lebih mudah menderita anemia dibanding pria. Karena wanita mengalami haid dan banyak mengeluarkan darah waktu melahirkan dan zat besi dibutuhkan untuk memproduksi darah (Hb). Tanda-tanda anemia sering disebut 5L yaitu lemah,letih,lesu,lelah dan lalai.
Kebutuhan gizi remaja (Nutritionist & Dietitian SlimGourmet) meliputi hal-hal sebagai berikut:
·         Energi
Kebutuhan energy wanita :
10-12 tahun sekitar 50-60 kal per kg berat badan perhari
13-18 tahun sebesar 40-50 kal per kg berat badan perhari
·         Karbohidrat
Kebutuhan karbohidrat = 281.9 gr
·         Protein
Kebutuhan protein:
10-12 tahun = 50 gram/hari
13-15 tahun = 57 gram/hari
16-18 tahun = 55 gram/hari
·         Lemak
kebutuhan lemak sekitar 25% dari total kalori yang diberikan dengan proporsi lemak jenuh : PUFA : MUFA = < 7% : 10% : 10%
·         Mineral
Jangan lupa selalu penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih minimal 6-8 gelas/hari
·         Vitamin
·         Asam Lemak Omega 3, 6, 9  
·         Kalsium
·         Zat Besi / Fe
·         Seng (Zinc)
·         Lain-lain
Dasar gizi seimbang adalah:
·         Makanlah aneka ragam makanan yang memiliki gizi.
·         Makanlah makanan untuk mencukupi kecukupan energi.
·         Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.
·         Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai ¼ dari kecukupan energi.
·         Gunakan garam yang beryodium
·         Makanlah makanan sumber zat besi.
·         Biasakan sarapan pagi.
·         Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya.
·         Lakukan aktivitasfisik secara teratur.
·         Hindari minum minuman beralkohol.
·         Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan tubuh kita.
·         Bacalah label pada makanan yang dikemas.
Faktor yang Mempengaruhi Gizi Remaja :
·         Status Individu
·         Status Ekonomi
·         Anatomi tubuh manusia
·         Pekerjaan
·         Pendidikan
·         Lingkungan
Gangguan Pola Makan Remaja :
·         Anoreksi Nervosa (AN)
·         Bulimia Nervosa (BN)
·         Gangguan makan tidak tergolongkan
Gejala klinik AN (Anoreksi nervosa) sering ditemukan berupa :
·         Sangat ingin menjadi kurus, selalu merasa gemuk meskipun berat badanya di bawah ukuran.
·         Merasa segan terhadap makanan, hilangnya nafsu makan, hampir tidak makan sama sekali, pura-pura makan tetapi makanannya disembunyikan/ di buang sebelum dimakan.
·         Kelelahan, lemah.
·         Serangan bulimia ( makan dengan rakus tetapi segera dimuntahlan kembali atau dikeluarkan dengan obat pencahar)
·         Gangguan tidur.
·         Amenore akibat immaturitas pola sekresi luteinizing hormone.
Masalah yang sering di hadapi anak remaja:
·         Sering jajan di rumah ( makanan rendah gizi )
·         Terburu – buru tidak sarapan sehingga menyebabkan hipoglekemi dan menyebabkan konsentrasi     rendah.
·         Aktifitas banyak sehingga menyebabkan makan tidak teratur.
·         Perhatian terhadap bentuk badan membuat remaja diit dengan cara sendiri
MASALAH GIZI PADA ANAK REMAJA ADALAH:
·         gizi lebih
·         gizi kurang
·         anemi defisiensi fe
Faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi :
·         Pertumbuhan
·         Umur
·         Jenis kegiatan dan ukuran tubuh
·         Keadaan atau fisiologis tubuh
·         Lingkungan sosial ekonomi

·         Kebiasaan keluarga