A.
Definisi
Anemia
adalah gejala dari kondisi yang mendasari seperti, kehilangan komponen darah,
elemen tak adekuat, atau kurang nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel
darah. (Marilynn E. Doenges).
Anemia
adalah berkurangnya jumlah eritrosit serta jumlah hemoglobin dalam 1 mm3 darah
atau berkurangnya volume sel yang didapatkan. (packed red cells volume) dalam 100 ml darah. (Ngastiyah).
Anemia
adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah dan atau konsentrasi hemoglobin
turun dibawah normal. (Donna L. Wong).
Anemia
adalah suatu keadaan dimana kadar Hb dan atau hitung eritrosit lebih rendah
dari harga normal. Dikatakan sebagai anemia bila Hb < 14 g/dl dan Ht <
41% pada pria atau Hb 12 g/dl dan Ht 37% pada wanita. (Arif Mansjoer, dkk,
1999).
B.
Etiologi
Anemia dapat terjadi karena
beberapa alasan :
a.
Produksi sel darah merah menurun
b.
Penghancuran sel darah merah yang terlalu banyak
c.
Ketidak cukupan jumlah hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah.
(Ngastiyah).
Anemia
dapat terjadi karena kekurangan bahan baku pembuat sel darah, perdarahan yang
masif seperti kecelakaan, operasi dan persalinan, karena intoksikasi, infeksi
(malaria), terhentinya pembentukan sel darah oleh sumsum tulang (kerusakan
sumsum tulang). (Ngastiah).
C. Pembagian Anemia
1. Anemia Mikrostik Hipokrom
a.
Anemia Defisiensi Besi
Kebutuhan Fe dalam makanan sekitar 20 mg sehari,
dari jumlah ini hanya kira-kira 2 mg yang diserap. Jumlah total Fe dalam tubuh
berkisar 2-4 g, kira-kira 50 mg/kg BB pada pria dan 35 mg/kg BB pada wanita. (Arif
Mansjoer, dkk, 1999).
b.
Anemia Penyakit Kronik
Anemia pada penyakit kronik merupakan anemia
terbanyak kedua setelah anemia defisiensi yang ditemukan pada orang dewasa di
Amerika serikat. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).
2.
Anemia Makrostik
a.
Defisiensi Pernisiosa
Kekurangan vitamin B12 akibat
factor intrinsik terjadi karena gangguan absorpsi vitamin yang merupakan
penyakit herediter autoimun, sehingga pasien dijumpai penyakit-penyakit
autoimun lainnya. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).
b.
Defisiensi Asam Folat
Asam folat terutama terdapat dalam daging, susu, dan
daun-daun yang hijau. Umumnya berhubungan dengan malnutrisi. (Arif Mansjoer,
dkk, 1999).
3.
Anemia Karena Perdarahan
a.
Perdararahan Akut
Mungkin timbul renjatan bila pengeluaran darah cukup
banyak, sedang penurunan kadar Hb baru terjadi beberapa hari kemudian. (Arif
Mansjoer, dkk, 1999).
b.
Perdarahan Kronik
Pengeluaran darah biasanya sedikit-sedikit sehingga
tidak diketahui pasien. Penyebab yang sering timbul biasanya antara lain ulkus peptikum,
menometrologi, perdarahan saluran cerna karena pemakaian analgesic dan
epistaksis. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).
4.
Anemia Hemolitik
Pada anemia hemolitik terjadi penurunan usia sel
darah merah (normal 120 hari), baik sementara atau terus menerus. (Arif
Mansjoer, dkk, 1999).
5.
Anemia Aplastik
Terjadi karena ketidak sanggupan sumsum tulang untuk
membentuk sel-sel darah, diakibatkan oleh karena rusaknya sumsum tulang. (Arif
Mansjoer, dkk, 1999).
D.
Patofisiologi
Anemia
menyebabkan perubahan sirkulasi berupa terjadinya keadaan hiperkinenik,
insufisiensi koroner, serta berkurangnya cadangan jantung,. Curah jantung
biasanya akan bertambah bermakna bila kadar Hb mencapai 7 g/dl atau kurang
peningkatan curah jantung ini disertai oleh menurunya resistensi perifer,
menurunnya jumlah volume sel darah, serta meningkatnya tekanan vena,
kardiomegali, dengan atau tanpa gagal jantung biasanya baru terjadi bila kadar
Hb kurang dari 5 g %. Kardiomegali tersebut terjadi akibat dilatasi, hipertrofi
atau keduanya. Dikatakan bahwa anemia akut cendrung menyebabkan dilatasi,
sedangkan anemia krinik cendrung mengakibatkan hipertofi (A.H Markum, dkk, Buku
Ajar Ilmu Kesehatan Anak).
E.
Manifestasi
Klinis
Anemia
menyebabkan kepucatan ringan pada kulit, biasanya yang paling terlihat adalah
pucatnya warna bibir, garis kelopak mata (Konjungtiva), dan kuku jari ( bagian
merah muda dari kuku) .Anak yang anemik juga menjadi peka, agak lemah atau
mudah lelah ,bernafas pendek, mempunyai denyut jantung cepat, pembengkakan
tangan serta kaki, jika berlanjut dapat mengganggu pertumbuhan normal.( Steven
P. Shelov, M.D., F.A.A.P.).
Terdapat
gejalah umum anemia, pada system kariovaskuler terdapat takikardia, telapak
tangan hangat dan basah, tekanan darah sistolik dapat meninggi, normal atau
menurun, nadi teraba kuat bila terjadi kardiomegaliktuskordis akan bergaser ke
kiri bawah, pada anemia berat dapat terjadi gagal jantung (A. H Markum, dkk,
Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak) .
F. PENATALAKSANAAN
a. Pengobatan
Bila
terjadi komplikasi kardiovaskular berikan tranfusi packed red cells yang harus
di lakukan hati – hati sebab bila terlalu cepat atau terjadi over loading
justru akan memperberat kerja jantung. Bila terdapat gagal jantung dengan kadar
hemoglobin yang rendah ( kurang dari 7 g/dl ) jangan diberikan digitalis sebab
tidak akan efektif, selanjutnya di berikan terapi terhadap penyebab anemia. (A.
H. Markum, dkk: Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 1).
b. PROSES PERAWATAN
1. PENGKAJIAN
Menurut Doenges E. Marilyn ( 1999, 569 )
b
Aktivitas /
istirahat
Gejalah: Keletihan, kelelahan, malaise umum,
kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak Toleransi terhadap latihan
rendah
Tanda: Takikardia,/ takipnea, dipsnea pada bekerja dan istirahat,
kelemahan otot dan penurunan kekuatan otot.
b
Sirkulasi
Gejalah: Riwayat kehilangan
darah kronis,
Tanda: TD, peningkatan
sistolik, diastolic stabil dan tekanan nadi melebar.
b
Eliminasi
Gejalah: Hematemesis, Feses
dengan darah segar, melana . Diare atau konstipasi , Penurunsn haluaran
urine
Tanda: Distensi Abdomen.
b
Makanan /
Cairan
Gejalah: Penurunan masukan Diet,
Masukan protein hewani rendah / masukan produk serea tinggi,mual muntah, penurunan
BB
Tanda: Membran mukosa tampak mongering , turgor kulit
memburuk , terdapat stomatitis.
b
Neurosensori
Gejalah: Ketidakmampuan
berkonsentrsi, kelemahan sakit kepala berdenyut, pusing, Vertigo , tinnitus,
ketidak
Tanda: Peka rangsangan,
Epistaksis, perdarahan dilubang- lubang, gangguan koordinasi
b
Pernafasan
Gejalah: Riwayat TB, Abses Paru,
Nafas pendek pada aktivitas dan istirahat.
Tanda: Takipnea, ortopnea dan
dipsnea.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar