Kamis, 02 Oktober 2014

Anemia

A.           Definisi
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari seperti, kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat, atau kurang nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah. (Marilynn E. Doenges).
Anemia adalah berkurangnya jumlah eritrosit serta jumlah hemoglobin dalam 1 mm3 darah atau berkurangnya volume sel yang didapatkan. (packed red cells volume) dalam 100 ml darah. (Ngastiyah).
Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah dan atau konsentrasi hemoglobin turun dibawah normal. (Donna L. Wong).
Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar Hb dan atau hitung eritrosit lebih rendah dari harga normal. Dikatakan sebagai anemia bila Hb < 14 g/dl dan Ht < 41% pada pria atau Hb 12 g/dl dan Ht 37% pada wanita. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).

B.            Etiologi 
Anemia dapat terjadi karena beberapa alasan :
a. Produksi sel darah merah menurun
b. Penghancuran sel darah merah yang terlalu banyak
c. Ketidak cukupan jumlah hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah. (Ngastiyah).
Anemia dapat terjadi karena kekurangan bahan baku pembuat sel darah, perdarahan yang masif seperti kecelakaan, operasi dan persalinan, karena intoksikasi, infeksi (malaria), terhentinya pembentukan sel darah oleh sumsum tulang (kerusakan sumsum tulang). (Ngastiah).

C. Pembagian Anemia
1. Anemia Mikrostik Hipokrom
a. Anemia Defisiensi Besi
Kebutuhan Fe dalam makanan sekitar 20 mg sehari, dari jumlah ini hanya kira-kira 2 mg yang diserap. Jumlah total Fe dalam tubuh berkisar 2-4 g, kira-kira 50 mg/kg BB pada pria dan 35 mg/kg BB pada wanita. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).
b.      Anemia Penyakit Kronik
Anemia pada penyakit kronik merupakan anemia terbanyak kedua setelah anemia defisiensi yang ditemukan pada orang dewasa di Amerika serikat. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).
2.      Anemia Makrostik
a.       Defisiensi Pernisiosa
Kekurangan vitamin B12  akibat factor intrinsik terjadi karena gangguan absorpsi vitamin yang merupakan penyakit herediter autoimun, sehingga pasien dijumpai penyakit-penyakit autoimun lainnya. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).
b.      Defisiensi Asam Folat
Asam folat terutama terdapat dalam daging, susu, dan daun-daun yang hijau. Umumnya berhubungan dengan malnutrisi. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).
3.      Anemia Karena Perdarahan
a.       Perdararahan Akut
Mungkin timbul renjatan bila pengeluaran darah cukup banyak, sedang penurunan kadar Hb baru terjadi beberapa hari kemudian. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).
b.      Perdarahan Kronik
Pengeluaran darah biasanya sedikit-sedikit sehingga tidak diketahui pasien. Penyebab yang sering timbul biasanya antara  lain ulkus peptikum, menometrologi, perdarahan saluran cerna karena pemakaian analgesic dan epistaksis. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).
4.      Anemia Hemolitik
Pada anemia hemolitik terjadi penurunan usia sel darah merah (normal 120 hari), baik sementara atau terus menerus. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).
5.      Anemia Aplastik
Terjadi karena ketidak sanggupan sumsum tulang untuk membentuk sel-sel darah, diakibatkan oleh karena rusaknya sumsum tulang. (Arif Mansjoer, dkk, 1999).

D.      Patofisiologi
Anemia menyebabkan perubahan sirkulasi berupa terjadinya keadaan hiperkinenik, insufisiensi koroner, serta berkurangnya cadangan jantung,. Curah jantung biasanya akan bertambah bermakna bila kadar Hb mencapai 7 g/dl atau kurang peningkatan curah jantung ini disertai oleh menurunya resistensi perifer, menurunnya jumlah volume sel darah, serta meningkatnya tekanan vena, kardiomegali, dengan atau tanpa gagal jantung biasanya baru terjadi bila kadar Hb kurang dari 5 g %. Kardiomegali tersebut terjadi akibat dilatasi, hipertrofi atau keduanya. Dikatakan bahwa anemia akut cendrung menyebabkan dilatasi, sedangkan anemia krinik cendrung mengakibatkan hipertofi (A.H Markum, dkk, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak).

E.       Manifestasi Klinis
Anemia menyebabkan kepucatan ringan pada kulit, biasanya yang paling terlihat adalah pucatnya warna bibir, garis kelopak mata (Konjungtiva), dan kuku jari ( bagian merah muda dari kuku) .Anak yang anemik juga menjadi peka, agak lemah atau mudah lelah ,bernafas pendek, mempunyai denyut jantung cepat, pembengkakan tangan serta kaki, jika berlanjut dapat mengganggu pertumbuhan normal.( Steven P. Shelov, M.D., F.A.A.P.).
Terdapat gejalah umum anemia, pada system kariovaskuler terdapat takikardia, telapak tangan hangat dan basah, tekanan darah sistolik dapat meninggi, normal atau menurun, nadi teraba kuat bila terjadi kardiomegaliktuskordis akan bergaser ke kiri bawah, pada anemia berat dapat terjadi gagal jantung (A. H Markum, dkk, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak) .

F. PENATALAKSANAAN
a. Pengobatan
Bila terjadi komplikasi kardiovaskular berikan tranfusi packed red cells yang harus di lakukan hati – hati sebab bila terlalu cepat atau terjadi over loading justru akan memperberat kerja jantung. Bila terdapat gagal jantung dengan kadar hemoglobin yang rendah ( kurang dari 7 g/dl ) jangan diberikan digitalis sebab tidak akan efektif, selanjutnya di berikan terapi terhadap penyebab anemia. (A. H. Markum, dkk: Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 1).
b.   PROSES PERAWATAN
1.    PENGKAJIAN
Menurut Doenges E. Marilyn ( 1999, 569 )
b          Aktivitas / istirahat
Gejalah: Keletihan, kelelahan, malaise umum, kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak Toleransi terhadap latihan rendah
Tanda: Takikardia,/ takipnea, dipsnea pada bekerja dan istirahat, kelemahan otot dan penurunan kekuatan otot.
b          Sirkulasi
Gejalah: Riwayat kehilangan darah kronis,
Tanda: TD, peningkatan sistolik, diastolic stabil dan tekanan nadi melebar.
b          Eliminasi
Gejalah: Hematemesis, Feses dengan darah segar, melana . Diare atau konstipasi , Penurunsn haluaran urine 
Tanda: Distensi Abdomen.
b          Makanan / Cairan
Gejalah: Penurunan masukan Diet, Masukan protein hewani rendah / masukan produk serea tinggi,mual muntah, penurunan BB
Tanda: Membran mukosa tampak mongering , turgor kulit memburuk , terdapat stomatitis.
b          Neurosensori
Gejalah: Ketidakmampuan berkonsentrsi, kelemahan sakit kepala berdenyut, pusing, Vertigo , tinnitus, ketidak
Tanda: Peka rangsangan, Epistaksis, perdarahan dilubang- lubang, gangguan koordinasi  
b          Pernafasan
Gejalah: Riwayat TB, Abses Paru, Nafas pendek pada aktivitas dan istirahat.

Tanda: Takipnea, ortopnea dan dipsnea.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar